Jumat, 8 Mei 2026

Kapan Maulid Nabi Muhammad 2024? Ini Amalan dan Tradisi Peringatannya di Indonesia

Kapan Maulid Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam 2024? Maulid Nabi diperingati umat Islam setiap tahunnya sebagai hari kelahiran Nabi Muhammad

Tayang:
zoom-inlihat foto Kapan Maulid Nabi Muhammad 2024? Ini Amalan dan Tradisi Peringatannya di Indonesia
kolase foto (handover)
kolase ilustrasi - Maulid Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam 2024 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Kapan Maulid Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam tahun 2024?

Maulid Nabi diperingati umat Islam setiap tahunnya sebagai perayaan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Tepatnya setiap 12 Rabiulawal untuk sebagian Sunni dan 17 Rabiulawal oleh Syiah.

Lantas maulid nabi berapa hari lagi akan diperingati umat Islam tahun ini?

Berdasarkan kalender Kementerian Agama dan Surat Keputusan Bersama atau SKB 3 menteri tahun 2024, maulid nabi 12 Rabiulawal 1446 Hijriah ini jatuh pada Senin, 16 September 2024.

Pada tanggal tersebut juga ditetapkan sebagai tanggal merah atau hari libur nasional.

Jika terhitung mulai hari ini, Senin (12/8/2024), maka maulid nabi tersisa 35 hari lagi.

Baca juga: 3 Keutamaan Maulid Nabi Muhammad SAW 2023 Dibagikan Pj Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu

Di momen tersebut, ada beberapa amalan yang dapat dilakukan umat Islam.

Dilansir dari Kompas.com, dikutip dari NU Online, amalan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tertulis dalam Husnul Maqshid fi Amalil Mawli, Imam Jalaluddin As-Suyuthi. 

Jalaluddin As-Suyuthi mengatakan, rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat apapun, atau dalam konteks ini atas nikmat kelahiran Nabi Muhammad SAW, sebaiknya diekspresikan dengan semua aktivitas kebaikan yang dimaknai sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT. 

Menurutnya, peringatan Maulid Nabi sebaiknya dimaknai sebagai motivasi untuk beramal saleh. 

Bagi orang Indonesia, hal itu bisa diterjemahkan sebagai bentuk taushiyah atau ceramah agama.

Baca juga: Maulid Nabi ke Berapa Tahun 2023? Simak Sejarah Perayaan Maulid Nabi Muhammad dari 4 Pendapat

Tradisi Maulid Nabi di Indonesia

Seperti diketahui hampir di seluruh wilayah di Indonesia sebagai negara mayoritas penduduknya beragama Islam memperingati maulid nabi.

Pada umumnya mengisi peringatan maulid dengan pembacaan kitab rawi (buku riwayat Nabi Muhammad) melalui atau tanpa iringan tabuhan rebana, pembacaan ayat Al-Qur’an, penyampaian ceramah agama, dan makan bersama di tempat atau pembagian makanan. 

Namun masing-masing daerah di Indonesia juga memiliki tradisi peringatan Maulid Nabi sendiri, berikut di antaranya:

1. Grebeg Maulud (Solo)

Grebeg Maulud juga menjadi tradisi perayaan Maulid Nabi di Yogyakarta dan Solo.

Dihelatnya Grebeg Maulud menjadi puncak acara dari rangkaian perayaan maulid nabi yang identik dengan keberadaan Gunungan.

Sebelumnya telah dilaksanakan tumplak wajik yaitu tanda dimulainya pembuatan gunungan dengan memukul kentongan sebagai bagian dari upacara tersebut.

Grebeg Maulud di Yogyakarta dilakukan dengan mengarak enam buah gunungan, yaitu dua gunungan kakung, satu gunungan estri, satu gunungan dharat, satu gunungan gepak, dan satu gunungan pawuhan.

Sementara Grebeg Maulud di Solo dilakukan dengan mengarak dua buah gunungan, yaitu satu gunungan jaler (laki-laki) dan satu gunungan estri (perempuan). Gunungan ini nantinya akan diperebutkan warga.

2. Endog-endogan (Banyuwangi)

Endog-endogan adalah tradisi perayaan Maulid Nabi di Banyuwangi. Tradisi Endog-endogan berasal dari kata endog yang berarti telur, yang merupakan simbol dari kelahiran.

Telur ayam yang telah direbus hingga matang diletakkan pada tusukan bambu dan dihias dengan kertas warna-warni dan disebut kembang endog.

Sejarawan lokal Banyuwangi, Suhailik mengatakan bahwa tradisi endog-endogan ini telah ada sejak akhir abad ke-18. Menariknya, tradisi ini tidak dilakukan serentak namun dilaksanakan bertahap selama sebulan penuh di seluruh kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Banyuwangi.

3. Masak kuah Beulangong (Aceh)

Masyarakat Aceh memiliki cara unik untuk merayakan Maulid Nabi SAW. Mereka akan memperingatinya dengan memasak kuah beulangong.

Kuah beulangong adalah makanan khas Aceh berupa kuah merah seperti gulai yang menggunakan daging sapi atau kambing dan nangka muda.

Baca juga: Flyer Maulid Nabi 2023 Lengkap Kata-Kata Mutiara Singkat Menyentuh Hati hingga Link Twibbon

Makanan ini tidak hanya dimasak saat Maulid Nabi, tapi juga ketika para petani mengadakan kenduri saat panen.

Dalam kepercayaan adat setempat, proses memasak kuah beulangong hanya boleh dilakukan oleh laki-laki.

Ketika memasak, cara mengaduknya juga cukup istimewa, yaitu dengan diaduk berlawanan dari arah jarum jam sambil bershalawat.

4. Walima (Gorontalo)

Walima adalah tradisi perayaan Maulid Nabi di Gorontalo. Tradisi yang diperkirakan sudah ada sejak sekitar abad ke-17 ini sudah dilaksanakan secara turun-temurun sejak kemunculan kerajaan-kerajaan Islam di Gorontalo.

Tradisi Walima dimulai dengan lantunan Dikili atau tradisi lisan dzikir masyarakat Gorontalo yang dilakukan di masjid-masjid.

Dalam perayaan ini, setiap rumah akan membuat kudapan tradisional yang khas, seperti kolombengi, curuti, buludeli, wapili, dan pisangi yang disusun di sebuah Tolangga atau usungan kayu yang menyerupai perahu atau menara. Prosesi membawa Tolangga dari rumah ke masjid menjadi atraksi yang ditunggu masyarakat.(*)

(Kompas.com)(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved