Desa Wisata di Sulawesi Tenggara
Mengintip Kapal Boti di Desa Wisata Bahari Buton Selatan Sulawesi Tenggara, Pembuatan hingga Monumen
Mengintip kapal boti di Desa Wisata Bahari, Kabupaten Buton Selatan (Busel), Sulawesi Tenggara (Sultra), pembuatan hingga monumennya.
Penulis: Harni Sumatan | Editor: Aqsa
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, BUSEL - Mengintip kapal boti di Desa Wisata Bahari, Kabupaten Buton Selatan (Busel), Sulawesi Tenggara (Sultra), pembuatan hingga monumennya.
Desa wisata dengan ikon wisata kapal tradisional tersebut berlokasi di Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Busel, Provinsi Sultra.
Desa dengan obyek wisata Pantai Lagunci serta ikon kapal boti bisa diakses dari Kota Baubau.
Dengan jarak tempuh perjalanan darat baik roda dua maupun roda empat sekitar 3 jam.
Sepanjang perjalanan menuju desa wisata ini, wisatawan juga bisa menikmati pemandangan pegunungan.
Begitupun hamparan lautan yang bisa memanjakan mata.
Memasuki kawasan desa ini, pengunjung akan menemukan gazebo yang sangat dekat dengan pemukiman masyarakat serta pasir pantai yang ditumbuhi pohon kelapa.
Baca juga: Sensasi Permandian Pinggir Pantai di Wisata Kayu Angin Desa Sani-Sani Kolaka Sulawesi Tenggara
Pula aktivitas pekerja kapal boti yang dilakukan masyarakat Desa Wisata Bahari secara turun-temurun.
Aktivitas tersebut hingga saat ini masih terjaga oleh masyarakat desa.
Kapal boti adalah kapal tradisional yang sejak dahulu digunakan untuk berdagang antarpulau dari timur Indonesia sampai ke barat.
Kapal tradisional ini secara umum berukuran panjang sekitar 15-30 meter dengan dua layar.
Satu layar utama berada di tengah, sementara satu layar lainnya menjuntai pada haluan kapal.
Kapal inipun menjadi salah satu ikon Desa Wisata Bahari.
Bahkan, terdapat monumen kapal boti di atas bukit yang terletak di Pantai Lagunci.
Seorang pekerja kapal boti, Hamidun, mengatakan, pembuatan kapal tradisional tersebut menggunakan kayu balok.
Sementara, waktu yang dibutuhkan untuk membuat kapal tersebut berkisar satu pekan.
“Kalau seluruhnya biaya pembuatan itu cukup mahal untuk satu kapal boti,” katanya kepada TribunnewsSultra.com, Minggu (30/6/2024).
Sementara dalam pembuatan kapal boti tersebut, terdapat ritual tertentu yang dilakukan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Desa Bahari III, Tasman.
“Nanti didoakan dulu sebelum kayu lunasnya diletakkan. Lalu diambilkan kain putih untuk disatukan sambungannya,” jelasnya.
“Terkadang sebelum disatukan ada prosesi potong ayam untuk melihat cara mati ayam bagus sisinya atau tidak,” ujarnya menambahkan.
Baca juga: Mengenal Desa Wisata Kulati di Tomia Timur Wakatobi Sulawesi Tenggara, Ada Sepenggal Surga di Sana
Jika momennya pas, wisatawan yang datang ke Desa Wisata Bahari pun bisa menyaksikan ritual tersebut.
Pantai, Tebing, Terumbu Karang
Pesona wisata Desa Wisata Bahari, tak hanya pembuatan kapal boti yang menjadi ikon desa wisatanya.
Wisatawan bisa merasakan nuansa dan aktivitas bahari masyarakat di sepanjang jalan yang berada di sisi pantai berpasir putih.
Untuk menikmati wisata bahari lainnya, wisatawan bisa menyambangi Pantai Lagunci dengan monumen kapal boti di atas tebingnya.
Dari tebing inilah, wisatawan bisa sekaligus menyaksikan panorama laut dengan tebing sekitarnya.
“Itu dapat dikunjungi wisatawan yang hendak berfoto di atas tebing,” kata Tasman kepada TribunnewsSultra.com.

“Dengan pemandangan hamparan lautan dan tebing sekitarnya,” jelasnya menambahkan.
Tebing inipun menyuguhkan panorama empat pulau bak miniatur Raja Ampat Papua.
Wisatawan pun bisa menyelami lautannya untuk menikmati pesona terumbu karang.
“Jadi selain wisata budaya dengan adanya kapal boti, begitupun wisata pantai, wisatawan bisa melakukan diving untuk melihat terumbu karang yang indah,” jelas Tasman.
Obyek wisata ini juga sudah dilengkapi berbagai fasilitas seperti gazebo, WC, hingga kolam renang.
Dengan jam operasional dibuka mulai pukul 07.00 hingga 19.30 wita dan biaya relatif terjangkau.
“Setiap tahunnya cukup banyak pengunjung yang datang ke Pantai Lagunci untuk nikmati keindahan pemandangannya,” ujarnya.
Baca juga: Goa Lanto Desa Wisata Limbo Wantiro Baubau Sultra Bisa Diselami, Jadi Incaran Wisatawan Mancanegara
Sementara, wisatawan yang datang pada bulan November bisa menyaksikan berbagai acara budaya yang digelar Desa Wisata Bahari.
Wisatawan jika datang pada November biasanya dapat ikut dalam acara Baruga Posambua dan festival pindokoa yang selalu dilaksanakan mayarakat desa,” kata Tasman.(*)
(TribunnewsSultra.com/Harni Sumatan)
kapal boti
Desa Wisata Bahari
Buton Selatan
Sulawesi Tenggara
kapal tradisional
Kecamatan Sampolawa
obyek wisata
Pantai Lagunci
Kota Baubau
Sensasi Permandian Pinggir Pantai di Wisata Kayu Angin Desa Sani-Sani Kolaka Sulawesi Tenggara |
![]() |
---|
Gugusan Pulau Maginti Surga Tersembunyi di Desa Maginti Muna Barat Sulawesi Tenggara |
![]() |
---|
Mengenal Desa Wisata Kulati di Tomia Timur Wakatobi Sulawesi Tenggara, Ada 'Sepenggal Surga' di Sana |
![]() |
---|
Goa Lanto Desa Wisata Limbo Wantiro Baubau Sultra Bisa Diselami, Jadi Incaran Wisatawan Mancanegara |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.