Berita Kendari

Potret Jalan Jambu di Poasia Kendari Sulawesi Tenggara Rusak Parah, Warga Harap Segera Diperbaiki

Masyarakat mengeluhkan jalan rusak parah di Jalan Jambu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Penulis: Samsul | Editor: Sitti Nurmalasari
Istimewa
Masyarakat mengeluhkan jalan rusak parah di Jalan Jambu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Pasalnya, saat musim hujan kerapkali menyebabkan banjir hingga menggenangi jalan yang berlubang-lubang, sementara ketika musim kemarau jalan tersebut berdebu. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Masyarakat mengeluhkan jalan rusak parah di Jalan Jambu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Pasalnya, saat musim hujan kerapkali menyebabkan banjir hingga menggenangi jalan yang berlubang-lubang, sementara ketika musim kemarau jalan tersebut berdebu.

Infrastruktur jalan yang rusak tentu sangat membahayakan bagi pengendara yang melintas sehingga mengganggu kelancaran dan kenyamanan masyarakat.

Salah satu warga Erwin mengatakan sangat disayangkan kondisi jalan tersebut terkesan masih dibiarkan selama bertahun-tahun tanpa adanya upaya dari pihak Pemerintah Kota Kendari untuk melakukan perbaikan.

"Jalan berlubang tersebut tepatnya di Jalan Jambu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari," katanya kepada TribunnewsSultra.com, Rabu (5/6/2024).

Baca juga: Hindari Jalan Berlubang, Pengendara Wanita di Kolaka Sulawesi Tenggara Terjatuh dari Sepeda Motor

"Kondisi jalan berlubang yang tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah. Bahkan sudah bertahun-tahun kondisi rusak parah di tiga titik dalam satu lorong," tambahnya.

Erwin mengatakan apabila kondisi jalan yang lubang terus dibiarkan tanpa diperbaiki, maka dipastikan jalan tersebut semakin rusak parah.

Masyarakat berharap kerusakan jalan bisa diperbaiki, karena infrastruktur jalan yang rusak parah menghambat aktivitas.

"Saya setiap hari melintasi Jalan Jambu ini, jadi saya merasakan apa yang dirasakan warga lain, ketika harus berhati-hati ketika turun hujan jalan berlubang digenangi air," ujarnya.

Ia menjelaskan terkadang masyarakat harus turun sendiri memperbaiki jalan supaya tidak membahayakan warga yang melintas.

Baca juga: 57 Kilometer Lebih Jalan di Sulawesi Tenggara Telah Diaspal Sepanjang 2023-2024, Anggaran Miliaran

"Semoga bisa jadi perhatian juga jangan hanya penataan tata kota saja yang diperhatikan sampai mengabaikan hak masyarakat akan fasilitas infrastruktur yang baik," katanya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Samsul)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved