Rabu, 29 April 2026

Berita Sulawesi Tenggara

Indeks Perubahan Harga di Sulawesi Tenggara Turun, Ini Komoditas Penyumbang Terbesar

Indeks Perubahan Harga (IPH) di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) turun sebesar 1,16 persen di pekan ketiga November 2023 ini.

Tayang:
zoom-inlihat foto Indeks Perubahan Harga di Sulawesi Tenggara Turun, Ini Komoditas Penyumbang Terbesar
Handover
Indeks Perubahan Harga (IPH) di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) turun sebesar 1,16 persen di pekan ketiga November 2023 ini. Angka tersebut turun dari Oktober sebesar 1,41 persen, sehingga saat ini menjadi 0,25 persen. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Indeks Perubahan Harga (IPH) di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) turun sebesar 1,16 persen di pekan ketiga November 2023 ini.

Angka tersebut merupakan selisih turun dari Oktober sebesar 1,41 persen, sehingga saat ini menjadi 0,25 persen.

Berdasarkan komoditasnya yang turut andil dalam perubahan harga tersebut yakni beras, cabai rawit dan daging ayam ras.

"Maluku Utara dengan pencapaian IPH terendah, selanjutnya ada Sulawesi Tenggara yang berhasil menurunkan angka IPH dari bulan sebelumnya yakni Oktober di angka 1,41 persen menjadi 0,25 % di minggu ke-3 November ini," ujar Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian saat rakor pengendalian inflasi mingguan secara virtual, Senin (21/11/2023).

Dalam rakor tersebut disampaikan update IPH yang angkanya di bawah 1 persen, maupun yang perlu diatensi mengingat angkanya tinggi.

Tito berpesan agar para Kepala Daerah dapat mempertahankan angka IPH di wilayahnya masing-masing agar tetap rendah, sebagai gambaran kestabilan harga-harga kebutuhan pokok di daerah.

"Saya ucapkan selamat dan terima kasih kepada daerah - daerah yang telah berhasil menekan angka IPH di wilayahnya," tegas Mendagri.

Baca juga: Inflasi di Sulawesi Tenggara Menurun, Oktober Capai 3,14 Persen, Andap Budhi Sebut Kian Terkendali

Menanggapi hal tersebut, Pj Gubernur Sultra, Andap Budhi Revianto mengatakan menurunnya angka IPH Sultra di pekan ke-3 bulan November ini juga akan mempengaruhi angka inflasi.

Sebab IPH merupakan ukuran statistik yang menyatakan perubahan harga-harga mingguan, ini digunakan sebagai angka pendekatan (proxy) pada angka inflasi di suatu daerah.

Andap mengapresiasi kinerja jajarannya yang "total football" secara bersama mengendalikan inflasi di Sulawesi Tenggara.

"Terima kasih kepada Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) beserta seluruh jajaran yang dalam upaya mengendalikan inflasi," ujarnya.

"Namun demikian, kita masih memiliki pekerjaan rumah yakni menurunkan angka inflasi yang saat ini masih berada di angka 3,14." kata Pj Gubernur.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved