Lapas Kendari
4 Napi Koruptor Diperiksa Polisi Soal Kasus Penyelundupan Sabu di Lapas Kendari Sulawesi Tenggara
Kepolisian Resor Kota (Polresta) Kendari memeriksa empat napi koruptor soal penemuan sabu di Lapas Kelas II A Kendari, pada Senin (7/8/2023) kemarin.
Penulis: Sugi Hartono | Editor: Sitti Nurmalasari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/4-Napi-Koruptor-Diperiksa-Polisi-Soal-Kasus-Penyelundupan-Sabu-di-Lapas-Kendari-Sulawesi-Tenggara.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Kendari memeriksa empat napi koruptor soal penemuan sabu di Lapas Kelas II A Kendari, pada Senin (7/8/2023) kemarin.
Kasat Reserse Narkoba Polresta Kendari, AKP Hamka mengatakan pemeriksaan ini menyusul telah ditemukannya beberapa bungkusan sabu dalam tupperware makan milik seorang napi koruptor, YN.
Kata AKP Hamka, kejadian tersebut bermula ketika YN menelepon istrinya untuk diantarkan makanan ke dalam Lapas Kendari.
Karena tak bisa keluar, ia pun meminta tolong kepada JH (napi koruptor) yang diperbantukan di loket untuk mengambil paket makanan tersebut.
Sekitar pukul 10.00 Wita, paket makanan tersebut kemudian datang, akan tetapi diantar oleh sopir Maxim.
Baca juga: Dalam 3 Bulan, Polda Sultra Amankan 16 Muncikari yang Jual Wanita Via MiChat, Pelaku Didominasi Pria
"Karena istri YN tidak hadir," ujar AKP Hamka, Selasa (8/8/2023).
Setelah JN menerima paket makanan tersebut, ia pun membawa makanan itu ke dalam mes tempat para kurvey beristirahat.
Karena pada jam makan siang, salah satu napi koruptor, MK belum makan kemudian mengambil sebagian makanan dalam tupperware yang diletakkan JN.
"Namun pada saat MK mengambil sebagian makanan ini, MK belum melihat narkotika diduga jenis sabu," ujarnya.
Lalu sekitar pukul 15.00 Wita, karena YN belum makan, ia pun meminta kepada temannya AL (napi koruptor) untuk membawa makanan ini masuk ke dalam Lapas Kendari.
Baca juga: Polisi Masih Selidiki Temuan Sabu di Lapas Kendari, Diduga Diselundupkan Lewat Tahanan Pendamping
"Saat AL membawa makanan tersebut ke dalam Lapas Kendari dan dilakukan pemeriksaan ditemukan barang yang diduga jenis sabu," ujarnya.
Saat ini, kata AKP Hamka, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan dan pengambilan keterangan kepada empat napi koruptor untuk mengetahui siapa pemilik narkoba jenis sabu tersebut.
"Karena yang kami selidiki juga mengenai jarak waktu antara paket makanan tersebut yang diterima dari pagi kemudian baru diterima oleh YN pada pukul 15.00 Wita, ini juga kami selidiki," ujarnya. (*)
(TribunnewsSultra.com/Sugi Hartono)