Kisah Tragis WNI Tewas Saat Gempa Turki Tertimbun Reruntuhan, Permintaan Terakhir Mau Pulang ke Bali
Kisah tragis seorang warga negara Indonesia bersama dengan keluarganya yang tewas jadi korban gempa Turki. Suami dan anaknya juga ikut jadi korban.
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Desi Triana Aswan
TRIBUNNEWSSULTRA.COM- Kisah tragis seorang warga negara Indonesia bersama dengan keluarganya yang tewas jadi korban gempa Turki.
Ia bersama sang suami dan anaknya tak mampu menyelamatkan diri saat bencana alam itu terjadi.
Sampai akhirnya ditemukan tertimbun reruntuhan bangunan.
Padahal sempat mengutarakan permintaan terakhir ingin pulang ke Bali, Indonesia.
Sosok WNI tersebut adalah Nia Marlinda.
Ia merupakan wanita usia 31 tahun yang ikut suami ke Turki.
Sang keluarga, mengungkapkan jika Nia ingin pulang ke kampung halamannya sebelum akhirnya tewas.
Baca juga: Ini Penyebab Twitter Error, Ada Hubungannya Dengan Gempa Turki? Elon Musk Konfirmasi Pihak Erdogan
Untuk diketahui, Nia Marlinda adalah WNI yang sudah menetap di Turki setelah menikah dengan Yasin Calisir warga negara Turki.
Dengan pernikahannya itu, keduanya mendapat buah hati laki-laki.
Sosok anak Nia itu bernama Barkay Azka.
Pilunya, Nia Marlina, Yasin Calisir, dan Barkay Azka ditemukan meninggal dunia akibat gempa di Turki dengan magnitudo 7,8 pada Senin (6/2/2023).
Hal ini dikonfirmasi oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Rabu (8/2/2023).
Disebutkan jika, wanita WNI asal Bali dan anak serta suami meninggal dunia.
"Satu WNI (a.n Nia Marlinda) asal Bali dan seorang anak berusia satu tahun serta suami WNI Turki di Kahrmanmaras ditemukan meninggal dunia karena tertimbun reruntuhan," demikian tertulis dalam rilis KBRI Ankara dilansir dari Tribunnews.com.
Prosesi Pemakaman
Nia Marlinda dengan anak juga suaminya dimakamkan di Kahramanmaras pada Rabu (8/2/2023) waktu setempat.
Kabar ini pun, lanjutnya, telah dikomunikasikan ke pihak keluarga korban.
Mereka tak lagi pulang ke Indonesia.
Dilansir dari Tribunnews.com, terpisah, suasana duka menyelimuti kediaman Nia Marlinda di Jalan Nangka Permai 2 Gang Drupadi Nomor 4, Denpasar, Bali pada Rabu (8/2/2023).
Ayah Nia Marlinda, Muhammad Sukarmin menceritakan kisah hidup putrinya yang merantau ke Turki demi mengejar kariernya.
Mulanya Sukarmin dan keluarga mendapatkan informasi mengenai meninggalnya anaknya dari KBRI setempat sebab istrinya memang kerap berkomunikasi dengan pihak KBRI.
Baca juga: Puluhan WNI Korban Gempa Turki Hilang Kontak, Terbanyak di Dyarbakir Yakni 23 Orang
Sukarmin menceritakan Nia Marlinda bekerja di Bali kemudian mendapatkan kesempatan untuk dikirim ke Turki pada 2020.
Selama satu tahun merantau, Nia Marlinda kemudian menikah dengan Yasin Calisir yang berprofesi sebagai dosen bahasa Inggris pada 2021 di Turki.
Sukarmin mengatakan putrinya belum pernah pulang sekalipun setelah menikah akibat pandemi Covid-19.
Ketatnya aturan pemerintahan Turki membuat Nia Marlinda sulit untuk pulang ke Bali.
Bahkan Sukarmin belum sempat bertemu dengan sang cucu.
“Belum (pernah pulang ke Bali), selama nikah itu belum boleh karena peraturannya masih ketat."
"Warga Turki katanya waktu itu tidak boleh ke mana-mana dan sampai sekarang belum pulang ke Bali."

"Kalau mau pulang tidak boleh bawa anak. Jadi harus sendiri katanya,” jelas Sukarmin, dikutip Tribunnews dari TribunBali, Kamis (9/2/2023).
Permintaan terakhir Nia Marlinda
Meski tak bisa pulang, komunikasi antara Sukarmin dan Nia Marlinda terus terjadlin melakui videocall WhatsApp.
Nia sendiri sering mengirimi foto-foto anaknya ke keluarga di Bali dan mengabarkan bahwa keluarga kecilnya dalam kondisi baik dan sehat.
“Ketika videocall ia pun sering bercanda bergurau dengan kami di sini."
Nia Marlinda pun sempat meminta kepada keluarganya untuk menyambutnya pulang dengan dekorasi kamar yang baru.
Permintaan itu pun diwujudkan oleh Sukarmin dan sudah diketahui oleh Nia Marlinda.
Rencananya Nia Marlinda akan pulang ke Bali dengan keluarganya pada tahun ini.
Namun sayang, belum sempat Nia melihat hasil karya ayahnya, dia harus berpulang bersama keluarga kecilnya di Turki.
"Bahkan minta tolong nanti kamarnya digambarkan lautan matahari, jangan bulan karena matahari lebih terang. Juga ada burung dan ombaknya sudah kita laksanakan."
"Dan saya sudah fotokan hasilnya dan dia bilang pas agar dia pulang ke Bali nanti dia senang,” imbuh Sukarmin.
Muhammad Sukarmin mengaku pasrah setelah mendapatkan kabar buruk tersebut.
Sedangkan, istri Sukarmin saat itu sedang sedang dalam perjalanan pulang ke Bali dari Jombang dan hanya dia yang berkomunikasi dengan KBRI di Turki.
“Kita hanya bisa berdoa. Kita pasrahkan saja. Yang penting kita bisa kuat menerima saja. Tapi bagaimana pun saya menahan diri untuk tidak sedih, ya tidak bisa. Saya memang diam, tapi air mata tumpah terus,” ujarnya.
Lebih lanjut, jenazah keluarga Nia Marlinda sudah ditemukan, namun pihak keluarga masih menanti kabar kapan jenazah akan dikuburkan.
Hal itu diungkapkan oleh adik Nia Marlinda, Marina mengatakan keluarga masih menanti informasi selanjutnya dari KBRI Turki.
“Saya masih menunggu kabar lebih lengkap lagi. Saya masih berduka. Kami masih menunggu. Saya tidak tahu etis atau tidak videokan korban karena ini keluarganya."
"Biarkan kami kroscek berita lengkap baru kami sebar. Ini kabar duka. Jangan sampai yang salah informasinya. Sosok kakak kedua orangnya sangat friendly dengan orang lain. Ramah. Suka sama anak kecil,” kata Marina.
(Tribunnews.com/Isti Prasetya, TribunBali.com/Ni Luh Putu Wahyuni Sari) (TribunnewsSultra.com/Desi Triana)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.