Berita Kendari

Anti Tawuran dan Kekerasan, Ketua Osis Sejumlah Sekolah se-Kota Kendari Gelar Deklarasi

Siswa-siswi se Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) gelar Deklarasi anti tawuran dan kekerasan di Aula Pola Balai Kota Kendari.

Penulis: Husni Husein | Editor: Muhammad Israjab
Husni Husain
Siswa-siswi se Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) gelar deklarasi anti tawuran dan kekerasan pada Rabu (25/1/2023). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI- Siswa-siswi se Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) gelar Deklarasi anti tawuran dan kekerasan pada Rabu (25/1/2023).

Deklarasi ini ditandai dengan penandatanganan perwakilan Ketua Osis masing-masing Sekolah se Kota Kendari berlangsung di Aula Pola Balai Kota Kendari.

Hadir langsung dalam deklarasi ini, Pj Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu, Sekda Kendari, Ridwansyah Taridala, Ketua DPRD Kendari, H Subhan.

Turut serta menyaksikan Kapolresta Kendari, Kombes Pol M Eka Faturrahman, Komandan Kodim 1417 Kendari, Kolonel Infanteri Windarto serta Kadis Dikbud Sultra.

Baca juga: Video Viral Mahasiswi Hukum Dapat Hadiah Baliho Bak Caleg di Kampus UHO, Pasang Foto Tersenyum

Pj Walikota Kendari, Asmawa Tosepu mengatakan lembaga pendidikan sekolah menjadi peran paling penting dalam mencegah tindakan aksi tawuran pelajar dan kekeran terhadap siswa.

Kata dia, karenanya deklarasi ini penting dilakukan perwakilan sekolah guna menghindarkan konflik sosial dan tindak pidana anak pada lingkup pendidikan.

"Menjamin terpeliharanya keamanan dan ketertiban bukan hanya dilingkup masyarakat namun juga pada lingkungan sekolah," ungkapnya.

"Kasus aksi tawuran dan kekerasan terhadap pelajar akhir-akhir ni menjadi sorotan dan perhatian masyarakat. Untuk itu upaya kongrit pencegahan guna harus dilakukan," ujarnya.

Baca juga: Pengendara Mobil di Kota Baubau Sultra Melarikan Diri Usai Tabrak 2 Motor, Siswa SMP Tewas di Tempat

Semetara itu, Kapolresta Kendari, Kombes Pol M Eka Faturrahman mengatakan aksi tawuran dan kekerasan dilingkup sekolah merupakan kenakalan remaja.

Kendati demikian, dia menerangkan hal ini tidak boleh dibiarkan guna menjaga adab perilaku pelajar sebagai generasi bangsa.

"Kita juga himbau agar peran orang tua terus mengawasi anak-anak kita, serta guru di sekolah bisa cek berkala handphone untuk meminimalisir aksi tawuran ini," katanya. (*)

(Tribunnews Sultra.com/Husni Husein)

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved