Berita Sulawesi Tenggara

Biaya Haji Naik Dua Kali Lipat, Kakanwil Kemenag Sultra Tunggu Keputusan Resmi

Kementerian Agama (Kemenag) mengusulkan kenaikan biaya haji menjadi Rp69,8 juta. Kenaikan ini dua kali lipat dibandingkan ongkos haji tahun 2022.

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Risno Mawandili
TribunnewsSultra.com/ Muh Ridwan Kadir
Kantor Kementerian Agama (Kemenang) Sulawesi Tenggara (Sultra) yang berlokasi di Jl Jend A Yani, Kelurahan Wua-Wua, Kota Kendari. Mereka masih menunggu penetapan resmi dari Kemenag RI terkait kenaikan biaya haji hingga dua kali lipat. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM,KENDARI - Kementerian Agama (Kemenag) mengusulkan kenaikan biaya haji menjadi Rp69,8 juta.

Kenaikan ini dua kali lipat dibandingkan ongkos haji tahun 2022 sebesar Rp39,8 juta.

Soal kebijakan biaya naik haji ini, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Sulawesi Tenggara (Sultra) Zainal Mustamin diwakili Kepala Bidang (Kabid) Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah (PHU) Marni mengatakan, masih menunggu keputusan resmi untuk memberlakukan kebijakan tersebut.

Dia menegaskan, kenaikan biaya haji merupakan usulan Kemenag RI dengan berbagai pertimbangan.

Kanwil Kemenag Sultra masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat. Belum pasti biaya haji naik atau tidak.

"Untuk kenaikan biaya haji itu belum ada keputusan resminya," katanya melalui pesan singkat WhatsApp, Sabtu (21/1/2023).

Baca juga: Ini Daftar Biaya Haji 2023 Yang Bakal Ditanggung Jamaah Jika Naik Rp30 Juta Diusulkan Kemenag RI

Baca juga: Hypermart Kendari di Lippo Plaza Gelar Chinese New Year, Diskon Angpao Hingga Barang Elektronik

Untuk diketahui, kenaikan biaya haji ini merupakan usulan Kemenang.

Penyebabnya telah dipaparkan oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR di Gedung DPR, di Senayan, Jakarta, pada Kamis (19/1/2023).

Yaqut Cholil Qoumas menjelaskan, alasan biaya haji naik terkait dengan keberlangsungan dana haji dan prinsip keadilan.

"Usulan ini atas pertimbangan untuk memenuhi prinsip keadilan dan keberlangsungan dana haji. Formulasi ini juga telah melalui proses kajian,"ungkapnya.

Menurutnya, kenaikan Rp69,8 juta mengikuti biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) yang diambil dalam rangka keseimbangan serta keadilan.

"Itu usulan pemerintah. Menurut kami, itu yang paling logis untuk menjaga supaya yang ada di BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji) itu tidak tergerus, ya dengan komposisi seperti itu," tuturnya.

Kemenang menaikan biaya haji dengan tujuan mengalihkan peruntukannya. Dari 40,54 persen untuk Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) dan 59,46 persen nilai manfaat pada tahun 2022, menjadi 70 untuk Bipih dan 30 persen nilai manfaat pada tahun 2023.

Rincian komposisi BPIH 2022 sebesar Rp 98.379.021,09 sebagai berikut:

- Bipih 40,54 persen sebesar Rp 39.886.009
- Nilai manfaat 59,46 persen sebesar Rp 58.493.012,09.

Sedangkan usulan BPIH 2023 sebesar Rp 98.893.909,11 yakni:

- Bipih 70 persen sebesar Rp 69.193.734
- Nilai manfaat 30 persen sebesar Rp 29.700.175,11.(*)'

(TribunnewsSultra.com/Muh Ridwan Kadir)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved