Berita Kendari

Siswa di Kendari Dilarang Bawa Mainan Viral Latto-latto ke Sekolah, Dikmudora Imbau Orangtua Awasi

Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga atau Dikmudora Kota Kendari imbau orangtua pantau siswa saat menggunakan latto-latto di sekolah.

Penulis: Husni Husein | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ Husni Husein
Kepala Dikmudora Kendari, Saemina mengimbau siswa tak membawa mainan viral latto-latto ke sekolah, minta orangtua bantu mengawasi. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga atau Dikmudora Kota Kendari imbau orangtua pantau siswa saat menggunakan latto-latto di sekolah.

Kepala Dikmudora Kendari, Saemina mengatakan imbauan ini seyogyanya tidak melarang anak-anak untuk memainkan permainan tersebut, melainkan kondisional.

Saemina mengungkapkan permainan latto-latto baiknya tidak dibawa ke lingkungan sekolah agar tak mengganggu proses belajar mengajar.

Kata dia, pasalnya bunyi latto-latto yang bising bakal membuat gaduh suasana belajar siswa apalagi dilakukan para murid secara beramai-ramai.

"Saat proses belajar mengajar berlangsung karena tidak sadar langsung ada suara latto-latto akan saling bersahut-sahutan," katanya pada Kamis (19/1/2023).

Baca juga: Tentang Mainan Viral Lato-lato, Asal Usul, Sejarah, Harga, Cara Pasang, Mengikat, Tutorial Memainkan

Lebih lanjut, Kepala Dikmudora Kendari bilang sanksi terhadap siswa kedapatan membawa dan memainkan latto-latto di sekolah dikembalikan kepada aturan masing-masing sekolah.

"Sanksi itu dikembalikan lagi kepada satuan pendidikan. Bukan kami yang memberikan sanksi," ungkap Saemina.

Dia pun berharap agar tiap orangtua siswa dapat memberikan pengertian kepada anak-anaknya atas imbauan membawa latto-latto ini di lingkungan sekolah.

Saemnina menyebut meski mempunyai banyak sisi positif bagi anak dari permainan latto-latto ini, tapi orangtua tetap harus mengawasi sang anak apalagi usia rentan tak memahami permainannya.

"Didampingi orangtua agar tidak terjadi masalah yang tidak diinginkan atau kejadian yang membahayakan anak-anak," imbaunya.

Baca juga: Antusiasme Bocah di Tomia Wakatobi Sultra Ikut Lomba Lato-lato di Perayaan Ulang Tahun Seorang Warga

Sementara itu, diketahui sejumlah sekolah di ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara tersebut telah melarang siswanya untuk membawa latto-latto di lingkungan sekolah. (*)

(TribunnewsSultra.com/Husni Husein)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved