Berita Kendari

Pengerjaan Bantuan 26 Rumah Korban Kebakaran di TPA Puuwatu Rampung Maret 2023, Dana Hibah Rp4,5 M

Pengerjaan rumah korban kebakaran di kawasan Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Puuwatu Kendari, Sultra, ditargetkan rampung Maret 2023

Amelda
Pembangunan Rumah Korban Kebakaran Puuwatu Kendari Ditargetkan Layak Huni Akhir Maret 2023 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Pembangunan rumah korban kebakaran di kawasan Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Puuwatu Kendari ditargetkan rampung Maret 2023 ini. 

Sekiranya ada 26 rumah yang hangus terbakar dan saat ini sementara dibangun akibat kebakaran pada 9 Juni 2022 lalu. 

Pembangunan rumah tersebut menggunakan dana hibah dari Kementerian Sosial sebesar Rp4,5 milyar yang diterima Pemerintah Kota Kendari pada 5 Desember 2022. 

Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial, Dinsos Kota Kendari Izak Bulo mengatakan hingga saat ini progres pembangunan rumah sudah mencapai sekiranya 20 persen. 

Saat ini progres pembangunan sementara pengerjaan septic tank, dan tembok, sedangkan pondasi telah selesai dibangun. 

Baca juga: Kronologi Video Viral Pria Diamuk 2 Waria di Kendari Sulawesi Tenggara, Berawal Order MiChat

Kata dia, 26 rumah tersebut nantinya akan dapat digunakan diakhir Maret 2023 ini. 

"Kemarin saya habis turun lapangan juga meninjau dan berbicara kepada kontraktornya yang ditunjuk langsung dari kementrian.

"Kira-kira bisa rampung sampai Maret dan akhir Maret sudah bisa ditempati dengan Keluarga penerima manfaat (KPM)," kata Izak saat ditemui di kantor Dinas Sosial Kota Kendari, Kamis (19/1/2023). 

Selain itu, ada pula sumur bor di tiga titik daerah pemukiman tersebut yang kini juga mulai dimanfaatkan termasuk untuk membangun rumah

Selama proses pembangunan, kontraktor juga memanfaatkan para keluarga korban rumah kebakaran untuk membantu. 

Baca juga: 1 Mobil Honda Brio Terbakar di Baubau Sulawesi Tenggara, Kebakaran Saat Kendaraan Parkir di Garasi

"Tenaga kerja yang dipakai kerja membangun rumah ini ya dari para korban itu sendiri, mereka sistem gotong royong tapi tetap digaji, bukan sistem gratis. Kontraktornya manfaatkan mereka," jelasnya. 

Proses pembangunan rumah juga menggunakan alat pembuat batako sendiri, di mana alat pemberian pihak Kemensos tersebut nantinya akan diberikan kepada masyarakat sekitar. 

Dengan harapan ke depannya, alat tersebut dapat digunakan oleh masyarakat untuk pengembangan perekonomianmasyarakat, baik itu membuka bisnis atau lainnya. 

Baca juga: Sekelompok Pemuda Buat Keributan di Jembatan Kuning Kendari, Teriak hingga Memukul Besi Jembatan

"Akan dicarikan usaha apa yang bisa dikelola oleh tiap keluarga  Kemungkinan besar (alat pembuatan batako) akan dikelola per kelompok mereka memanfaatkan usaha dan segala macam," jelasnya. 

Seorang warga penerima manfaat, Fitri mengaku sempat tinggal di tenda pengungsian bersama dengan 10 orang lainnya dalam 1 tenda, kini ia bersyukur atas bantuan rumah yang kini sementara di bangun. 

"Sudah lebih dari cukup. Alhamdulillah juga kita dibantu dikasih rumah, sebelumnya kita tinggal di tenda tapi pas sudah dibongkar (tendanya) kita tinggal di rumah warga lainnya," tutupnya. 

(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani) 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved