Berita Kendari

Anak 9 Tahun Diduga Korban Penganiayaan Ibu Tiri dan Ayah Kandung di Kendari hingga Lari dari Rumah

Pilu anak 9 tahun diduga korban penganiayaan ibu tiri dan ayah kandung di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), hingga lari dari rumah.

Penulis: Sugi Hartono | Editor: Aqsa
handover
Pilu anak 9 tahun diduga korban penganiayaan ibu tiri dan ayah kandung di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), hingga lari dari rumah. Bocah berinisial I yang merupakan warga Kecamatan Poasia tersebut diduga menjadi korban kekerasan orang tuanya (foto ilustrasi). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Pilu anak 9 tahun diduga korban penganiayaan ibu tiri dan ayah kandung di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), hingga lari dari rumah. 

Bocah berinisial I yang merupakan warga Kecamatan Poasia tersebut diduga menjadi korban kekerasan orang tuanya.

Korban sempat melarikan diri usai mendapatkan perlakuan kasar dari ibu tiri maupun ayah kandungnya.

Dia kemudian ditemukan oleh warga dengan kondisi penuh bekas pukulan.

Salah seorang warga, Muhammad Dahlan Moga, kemudian membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Kendari, Provinsi Sultra.

Korban kemudian mendapatkan tindakan medis sekaligus menjalani visum terkait dugaan kekerasan yang dialaminya.

Dahlan yang dikonfirmasi TribunnewsSultra.com pada Senin (16/01/2023) membenarkan kejadian itu.

Baca juga: Korban Pelecehan Oknum Dosen UHO Kendari Prof B, Tak Kuasa Menahan Tangis di Hadapan Majelis Hakim

Saat ini, korban sedang berada di rumah salah satu warga di Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

“Anak tersebut tidak mau pulang, sekarang di rumah salah satu teman,” kata Dahlan yang juga Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia-Suara Advokat Indonesia (Peradi SAI).

Menurutnya, kasus dugaan kekerasan anak tersebut akan segera dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Pihaknya pun sudah mendatangi Kepolisian Resort Kota atau Polresta Kendari.

Hanya saja orang yang dipercayakan untuk melaporkan dugaan kasus penganiayaan anak tersebut tidak berkenan.

“Nanti anak itu saja yang melapor, saya sudah koordinasikan dengan pihak polres,” jelasnya.

Anak tersebut didampingi dirinya berencana melapor ke Polresta Kendari pada Selasa (16/1/2023).

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved