Sultra Memilih

Senator Asal Sultra Wa Ode Rabiah Sebut Pemilihan Tak Langsung di Pemilu 2024 Tak Berpihak ke Rakyat

Waode Sitti Rabiah Al Adawiah Ridwan, menanggapi isu pemilihan anggota legislatif secara proporsional tertutup di Pemilu 2024.

Penulis: Laode Ari | Editor: Desi Triana Aswan
Istimewa
Anggota DPD RI dapil Sultra, Waode Sitti Rabiah Al Adawiah Ridwan. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM,KENDARI - Senator asal Sulawesi Tenggara, Waode Sitti Rabiah Al Adawiah Ridwan, menanggapi isu Pemilihan Anggota Legislatif secara proporsional tertutup di Pemilu 2024.

Wacana itu diusulkan pemerintah yang mengganti sistem Pemilihan Umum dari proporsional terbuka atau pemilihan langsung menjadi tidak langsung.

Isu itu mencuat seiring dengan uji materi terhadap Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Artinya, jika MK mengabulkan gugatan itu, maka Pemilu 2024 akan dilakukan dengan sistem proporsional tertutup.

Baca juga: KPU Kota Kendari Sambangi Kejaksaan Negeri Konsultasi Penanganan Gugatan Hukum Jelang Pemilu 2024

Waode Rabiah yang juga sebagai Anggota DPD RI Dapil Sultra ini mengatakan, sistem proporsional tertutup atau pemlihan tidak langsung tidak sesuai dengan prinsip demokrasi kerakyatan.

"Proporsional terbuka lebih menjamin masyarkat, selain itu pemilih dapat mengenali secara detil figur caleg yang akan dipilih. Baik dari profil maupun tawaran program dan rencana kinerja tiap-tiap caleg," ujarnya melalui keterangan tertulis, Sabtu (14/01/2023).

Sehingga dirinya menilai sistem proporsional terbuka lebih mementingkan aspirasi masyarakat karena rakyat lebih mengenai calon wakil mereka sebelum memilih.

"Sistem ini benar-benar menerapkan konsep daulat rakyat dengan menyediakan opsi caleg yang variatif tentu dengan basis kualitas yang tergambar melalui visi misi program yang terukur," jelas Waode Rabiah.

Anggota DPD RI dapil Sultra, Waode Sitti Rabiah Al Adawiah Ridwan.
Anggota DPD RI dapil Sultra, Waode Sitti Rabiah Al Adawiah Ridwan. (Istimewa)

Selain itu, menurut Rabiah, sistem proporsiaonal terbuka lebih menjamin demokrasi yang sesuai dengan kehendak rakyat atau konstituen.

"Secara tidak langsung prinsip "rakyat berdaulat" semakin terimplementasi. Rakyat sebagai poros utama demokrasi, bukan termonopoli oleh komunikasi elit," urai putri anggota DPR RI Ridwan Bae ini.

Lantas apa perbedaan sistem pemilu proporsional tertutup dengan sistem proporsional terbuka yang diwacana pemerintah di pemilu 2024?

Baca juga: 1.095 PPK Pemilu 2024 se-Sulawesi Tenggara Bakal Dilantik Serentak KPU Sultra pada 4 Januari 2023

Dilansir dari Kompas.com, Senin (2/1/2023), sistem proporsional terbuka adalah sistem pemilu di mana pemilih bisa langsung memilih calon anggota legislatif (caleg) yang diusung oleh partai politik peserta pemilu.

Sementara, sistem proporsional tertutup adalah sistem pemilu di mana pemilih tidak langsung memilih calon anggota legislatif.

(TribunnewsSultra.com/La Ode Ari)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved