Berita Konawe Utara

Jawab Tuntutan Massa Aksi, Polres Konut Sebut Penangguhan Penahanan Pelaku Harus Lewati Prosedur

Unjuk rasa Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Konawe Utara Sulawesi Tenggara (Sultra) di Markas Kepolisian Resor (Polres) Konut mendapat respons.

Istimewa
Unjuk rasa Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Konawe Utara Sulawesi Tenggara (Sultra) di Markas Kepolisian Resor (Polres) Konut mendapat respons. Usai menyampaikan orasinya pada Rabu (4/1/2023), massa aksi melakukan negosiasi dengan Polres Konut mendiskusikan tuntutan massa aksi. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KONUT - Unjuk rasa Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Konawe Utara Sulawesi Tenggara (Sultra) di Markas Kepolisian Resor (Polres) Konut mendapat respons.

Usai menyampaikan orasinya pada Rabu (4/1/2023), massa aksi melakukan negosiasi dengan Polres Konut mendiskusikan tuntutan massa aksi.

Untuk diketahui, salah satu tuntutan massa aksi yang dibawa ke Mapolres Konut yakni menangguhkan penahanan Arif Najamudin, Akib Nandi, dan Dedi Kasim.

Jenderal Lapangan dalam aksi tersebut Samsir mengatakan tujuan aksi ini hanya untuk meminta kepada Polres Konut agar menangguhkan ketiga nama tersebut yang sedang ditahan di Polres Konut.

"Karena sepengetahuan saya ada penyelesaian masalah secara kekeluargaan atau hukum adat sebelum masuk ke dalam tahap persidangan," ucap Samsir saat ditemui di lokasi unjuk rasa, Rabu (4/1/2023).

Baca juga: Mahasiswa dan Masyarakat Unjuk Rasa di Polres Konut Ungkap Alasan Bela 3 Tahanan Keroyok Polisi

Sehingga tambah Samsir, melalui aksi tersebut bisa menghasilkan proses penangguhan terhadap tiga nama tersebut.

"Saya selaku penanggung jawab aksi bersepakat bersama masyarakat akan tidur di Mapolres Konut jika permintaan kami tidak diaminkan," tegasnya.

Kaurbin Ops Sat Reskrim Polres Konut, IPTU Agustian Rante Parabang mengatakan ketiga terduga pelaku yang ditahan di Polres Konut sudah dilakukan pemeriksaan saksi dan langsung ditahan.

Menurutnya, penahanan ketiga orang tersebut berdasarkan alat bukti yang cukup dan telah dilakukan gelar perkara.

"Jadi, posisi kasus saat ini sudah dalam tahap penyidikan oleh polisi," ucap IPTU Agustian Rante Parabang.

Baca juga: Minta Lurah Dicopot, Ratusan Pemuda Kelurahan Asinua Gelar Unjuk Rasa di Kantor Bupati Konawe

"Teman-teman yang meminta untuk menangguhkan penahanan terduga pelaku yang sementara ditahan bisa dilakukan, tetapi melalui mekanisme dan proses yang harus dilewati," lanjutnya.

Kata Agustian, hal tersebut sudah diatur dalam KUHP, yang mana harus mengajukan permohonan penangguhan penahanan.

"Setelah permohonan sudah ada, kami akan mengajukan kepada pimpinan kami yakni Kapolres Konut, dan akan ditindaklanjuti sesuai pertimbangan yang ada," pungkasnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Bima Saputra Lotunani)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved