Berita Sulawesi Tenggara

110 Sertifikasi Komoditas Pertanian di Ekspor Sepanjang Tahun 2022 ke Kawasan Asia dan Afrika

Sepanjang tahun 2022 sebanyak 110 sertifikasi komoditas pertanian mulai nilam hingga kemiri telah di ekspor.

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Desi Triana Aswan
Istimewa
Petugas mempersiapkan hasil pertanian untuk diekspor. Sepanjang tahun 2022 sebanyak 110 sertifikasi komoditas pertanian mulai nilam hingga kemiri telah di ekspor. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Sepanjang tahun 2022 sebanyak 110 sertifikasi komoditas pertanian di Sulawesi Tenggara mulai nilam hingga kemiri telah di ekspor.

Hal tersebut berdasarkan catatan dari Karantina Pertanian Kendari dalam kurun waktu 2022 (Januari-Desember) baik sertifikasi hewan maupun tumbuhan.

Negara tujuan ekspor komoditas pertanian Sultra diantaranya Malaysia, Jepang, Singapura, Central African Republic, Vietnam.

Kemudian China, Korea Selatan, Belanda, Australia, Inggris, Belgia dan beberapa negara Kawasan Eropa lainnya.

Baca juga: Cara Ekspor Barang Diajarkan ke Pelaku UMKM di Kendari Sulawesi Tenggara

"Ekspor Sultra terjadi penambahan negara tujuan ekspor di kawasan Afrika yakni pada komoditas pertanian media tanam/serbuk kelapa,"ungkap Kepala Karantina Pertanian Kendari Andi Faisal, Senin (2/12/2022).

Tambahnya, pada tahun sebelumnya ekspor Sultra fokus dilakukan di kawasan Asia dan Eropa.

Selain itu jumlah komoditas pertanian ekspor Sultra bertambah diantaranya daun nilam, kemiri, lada biji, sarang burung wallet dan madu.

Berdasarkan data IQfast, sepanjang tahun 2022 sertifikasi komoditas pertanian yang dilaluli lintaskan secara domestik di wilayah Sulawesi Tenggara pun melebih target.

"Jadi yang tersertifikasi ada sebanyak 28.056 melebihi 140 persen dari terget yang ditetapkan sebanyak 19.903 sertifikasi,"katanya.

Andi Faisal mengungkapkan pada lalulintas domestik komoditas hewan tersertifikasi sebanyak  12.456 didominasi pada hewan Day Old Chicken (DOC) seperti poduk hewan daging ayam dan telur ayam.

Sedangkan untuk komoditas tumbuhan tersertifikasi sebanyak 15.600 didominasi pada sektor perkebunan yakni kopra, lada biji, inti sawit dan sawit cangkang.

"Kami mensertifikasi setiap media pembawa yang dilalulintaskan wilayah Sultra,"imbuhnya.

Sertifikasi tersebut guna memastikan setiap media pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan Organisme Penggangu Tumbuhan Karantina (OPTK) agar sumber daya alam hayati Sultra terus terjaga.

Terlebih atau utamanya pada wabah yang menyebar kepada hewan di Indonesia khususnya Sultra yaitu Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK.

Petugas mempersiapkan hasil pertanian untuk diekspor. Sepanjang tahun 2022 sebanyak 110 sertifikasi komoditas pertanian mulai nilam hingga kemiri telah di ekspor.
Petugas mempersiapkan hasil pertanian untuk diekspor. Sepanjang tahun 2022 sebanyak 110 sertifikasi komoditas pertanian mulai nilam hingga kemiri telah di ekspor. (Istimewa)

Selain itu penindakan berupa penahanan dan pemusnahan dilakukan oleh Karantina Pertanian Kendari.

"Penahanan dan pemusnahan itu terhadap media pembawa yang tidak dilengkapi dokumen karantina dan media pembawa yang dilindung, tercatat ada empat penindakan sepanjang tahun 2022,"pungkasnya.

(TribunnewsSultra.com/Muh Ridwan Kadir)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved