Berita Sulawesi Tenggara

4 Terdakwa Korupsi Jaringan Irigasi di Kolaka Timur Disebut-sebut Rugikan Negara hingga Rp2,4 M

4 terdakwa kasus korupsi rehabilitasi jaringan irigasi di Mowewe, Kolaka Timur (Koltim), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), jalani persidangan.

Penulis: Sugi Hartono | Editor: Muhammad Israjab
Sugi Hartono
Empat terdakwa kasus korupsi rehabilitasi jaringan irigasi di Mowewe, Kolaka Timur (Koltim) anggaran 2021 menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Kendari Kelas IA, Jl Mayjen Sutoyo Jumat (23/12/2022). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM,KENDARI - Sebanyak 4 terdakwa kasus korupsi rehabilitasi jaringan irigasi di Mowewe, Kolaka Timur (Koltim), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), jalani persidangan.

4 terdakwa menjalani sidang di Pengadilan Negeri Kendari Kelas IA, Jalan Mayjen Sutoyo, Jumat (23/12/2023).

Keempat terdakwa itu yakni Syukri Rahmat Moita yakni eks Plt Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR dan Perhubungan Kolaka Timur.

Kemudiaan Direktur PT Berkah Sultra Abadi, Willyanto, Pedo Ryanto Codda pelaksana lapangan pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi PT Berkah Sultra Abadi.

Muhammad Haris Pasti ST pelaksana lapangan pekerjaan jasa konsultan pengawas kegiatan kontraktual CV Wahana Konsultan.

Baca juga: Adik Bupati Muna L M Rusdianto Divonis 3,5 Tahun Penjara, Terkait Korupsi Dana PEN Kolaka Timur

Dalam penetapannya sebagai tersangka ke empat orang itu memiliki peran yang berbeda-beda.

Misalnya Sukri Rahmat Moita mendapatkan pekerjaan perencanaan, dianggap melawan hukum dan tidak memenuhi kualifikasi sebagai konsultan perencana.

Sebab ia hanya meminjam C Gita Metris Consultant untuk mengikuti proses lelang.

Selain itu Rahmat Moita mengetahui kalau pekerjaan irigasi tersebut tidak dilaksanakan.

Baca juga: Pemilik Lahan Imbas Perluasan Bandara Haluoleo Tolak Ganti Rugi Rp50 Ribu Per Meter: Tidak Manusiawi

Sebagaimana ditetapkan dalam RAB dan gambar desain, namun tetap melakukan pencairan pembayaran pekerjaan.

Akibat perbuatan ke empat terdakwa ini negara mengalami kerugian Rp2,4 M.

Sebagaimana berdasarkan hasil audit perhitungan kerugian negara yang dilakukan BPKP Provinsi Sultra. (*)

(Sugi Hartono/Tribunnewssultra.com)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved