Berita Kendari

Penjual Bensin Eceran di Kendari Keluhkan Pembatasan Pembelian BBM di SPBU

Penjual Bensin Eceran di Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Keluhkan Pembatasan Pembelian BBM di SPBU. Sehingga membuat mereka kesulitan

Penulis: Mukhtar Kamal | Editor: Muhammad Israjab
Mukhar Kamal
Penjual bensin eceran di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengeluhkan pembatasan pembelian BBM di SPBU 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI – Setiap kali ada kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) selalu berdampak pada sektor lain.

Biasanya harga bahan pokok akan naik seiring dengan naiknya harga bahan bakar.

Tidak heran jika kondisi ini selalu dikeluhkan masyarakat. Selain itu antrean panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) selalu ditemui. 

Baik Kendaraan roda dua maupun roda empat tidak jarang memadati antrean saat hendak mengisi bensin.

Sebelumnya pemerintah telah menaikan harga BBM sejak 3 September 2022.

Baca juga: Pemandangan Antrean Panjang Mobil Isi BBM di SPBU Tapak Kuda Kota Kendari Terjadi Hampir Setiap Hari

Kenaikan harga ini bertujuan untuk menekan subsidi energi pemerintah yang membengkak.

Melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 37/2022 tentang Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan, resmi mengubah BBM RON 90 atau pertalite menjadi bahan bakar khusus penugasan pengganti premium.

Hal itu membuat PT Pertamina (Persero) melarang pengisian BBM mengunakan jeriken untuk memastikan penyaluran bahan bakar pertalite bisa tepat sasaran.

Dengan kebijakan yang telah dibuat, penjual bensin eceran terkena dampak dari aturan tersebut.

Penjual bensin eceran di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara mengeluhkan hal ini.

Sebab saat aturan itu belum ditetapkan, ia bisa dengan mudah mendapatkan bensin untuk dijual. Sebelumnya ia tinggal menunggu mobil pikap untuk mengantarkan bensin yang telah dipesan.

Baca juga: Stok BBM Solar Dijamin Aman Jelang Pelaksanaan Porprov Sulawesi Tenggara 2022 di Baubau dan Buton

Namun setelah adanya pelarangan pengisian bensin dengan memakai jeriken, ia kini harus pergi membeli sendiri ke SPBU dengan memakai motor miliknya.

Ia juga mengatakan pihak SPBU akan membatasi pengisian bahan bakar di tangki motor jika mengisi dengan jumlah besar. 

“Dulu saya tinggal menunggu diantarkan pakai mobil pikap. Sekarang saya harus pergi membelinya sendiri,” ujar salah satu penjual bensin eceran di Kendari yang tidak mau disebutkan namanya kepada wartawan TribunnewsSultra.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved