Berita Sulawesi Tenggara

Dishub Sultra Dinilai Lamban Tangani Kenaikan Tarif Sepihak Kapal ke Wakatobi, Buat Warga Resah

Dinas Perhubungan Sulawesi Tenggata (Dishub Sultra) dinilai lamban merespons kenaikan tarif kapal menuju Wakatobi (rute Kendari-Waode Buri-Wanci).

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Sitti Nurmalasari
Istimewa
Ketua Bidang Kesejahteraan Anggota Hipmawangi Kendari, Mardin. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Dinas Perhubungan Sulawesi Tenggata (Dishub Sultra) dinilai lamban merespons kenaikan tarif kapal menuju Wakatobi (rute Kendari-Waode Buri-Wanci).

Hal ini disampaikan Ketua Bidang Kesejahteraan Anggota Himpunan Pelajar Mahasiswa Wangi-Wangi (Hipmawangi) Kendari, Mardin, Selasa (29/11/2022).

Kata dia, penilaian tersebut karena kenaikan tarif kapal terus berlarut selama beberapa bulan dan belum ada solusi dari Dishub Sultra.

Mardin mengatakan Pemprov Sultra sangat lamban merespons kenaikan tarif secara sepihak oleh perusahaan beberapa armada kapal.

Ia menyebut armada kapal yang menaikkan tarif sepihak rute Kendari-Waode Buri-Wanci yaitu PT Aksar Saputra Lines dan PT Agil Pratama.

Baca juga: Warga di Tondonggeu Keluhkan Air Bersih hingga Bantuan Mesin dan Kapal Saat Reses Aksan Jaya Putra

"Jadi persoalan kenaikan tarif secara sepihak yang dilakukan oleh manajemen perusahaan armada kapal laut rute Kendari-Waode Buri-Wanci sudah terjadi sejak tanggal 3 September 2022," katanya.

Lanjutnya, persoalan yang berlarut tersebut sampai saat ini belum ada solusi sehingga meresahkan masyarakat sebagai pengguna jasa angkutan laut tersebut.

Menurutnya, persoalan ini sangat meresahkan bahkan mencekik masyarakat sebagai pengguna jasa layanan angkutan laut tersebut.

"Khususnya untuk kami masyarakat dan mahasiswa dari Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara," ujarnya.

"Karena sebelumnya harga tiket kapal rute Kendari-Waode Buri-Wanci ini dikisaran Rp155.000 untuk umum dan Rp125.000 khusus untuk mahasiswa," katanya.

Baca juga: Tarif Tiket Kapal Terbaru di Sultra Segera Diterbitkan Lewat Peraturan Gubernur Sulawesi Tenggara

"Namun setelah dinaikkannya harga tiket secara sepihak oleh perusahaan armada kapal angkutan laut, harga tiket untuk umum dan mahasiswa disamaratakan menjadi Rp240.000 per orang," ucap Mardin.

Kenaikan tarif kapal ini sudah terjadi hampir empat bulan dan Dishub Sultra belum memberikan solusi terhadap persoalan yang meresahkan dan mencekik masyarakat dalam wilayah kewenangannya.

Mardin berharap agar Dishub Sultra harus gesit dalam menyikapi persoalan yang meresahkan masyarakat dalam wilayah kewenangannya.

"Karena kenaikan tarif secara sepihak yang dilakukan PT Aksar Saputra Lines dan PT Agil Pratama merupakan tanggung jawab Dishub Sultra," pungkasnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Muh Ridwan Kadir)

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved