Berita Konawe
Motif Pembunuhan di Desa Diolo Bondoala, Pelaku Diduga Sakit Hati Korban Selingkuh
Polres Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengungkap motif pembunuhan yang terjadi di Desa Diolo, Kecamatan Bondoala, Senin (21/11/2022)
Penulis: Arman Tosepu | Editor: Muhammad Israjab
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KONAWE - Polres Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengungkap motif pembunuhan yang terjadi di Desa Diolo, Kecamatan Bondoala, Senin (21/11/2022) kemarin.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Konawe, AKP Moch Jacub Nursagli Kamaru mengatakan, pelaku SP (41) nekat menghabisi nyawa kekasihnya SY (35) dirumah Kepala Desa Diolo.
"Motifnya pelaku sakit hati karena selama ini kan status korban dan tersangka berpacaran dan selama berpacaran itu tersangka selalu membiayai terus hidup korban," kata AKP Moch Jacub diruang kerjanya, Selasa (22/11/2022).
Tersangka SP, kata AKP Moch Jacub, kemudian merasa tidak dihargai dan diselingkuhi oleh korban.
Baca juga: Video Viral Pertengkaran Sebelum Pria Bunuh Pacar di Rumah Kepala Desa Konawe Sulawesi Tenggara
Ia menambahkan, mediasi yang terjadi sebelum pembunuhan terjadi dirumah Kepala Desa Diolo karena korban yang tidak mau lagi menjalin hubungan dengan tersangka.
"Namun, korban sendiri masih terus meminta biaya hidup kepada tersangka," tambahnya.
Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 338 tentang menghilangkan nyawa orang lain dan pasal 351 ayat 3 penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa orang dengan ancaman hukuman 15 Tahun penjara.
"Pelaku sudah kita amankan dan kita tahan di Polres Konawe," ujarnya.
AKP Moch Jacub juga mengungkapkan, pelaku sehari-hari bekerja sebagai karyawan di PT Obsidian Stainless Steel (OSS).
Tersangka dan korban sebelumnya di mediasi di rumah Kepala Desa Diolo sesaat sebelum pembunuhan itu terjadi.
"Mediasi itu berlangsung alot sehingga antara pelaku dan korban meminta waktu untuk berbicara berdua di dapur rumah tersebut," ungkapnya.
Baca juga: Video Viral Anggota HIPMI Adu Jotos Trending Topic Twitter, Netizen Banjiri Komentar Unggahan Jokowi
Saat keduanya berada di dapur rumah Kepala Desa Diolo, korban sempat mengeluarkan kalimat yang membuat pelaku sakit hati.
Tak pikir panjang, pelaku yang melihat ada sebilah parang dibawah lemari langsung mengambil dan mengayunkan parang tersebut dileher korban.
Korban kemudian terjatuh, pelaku kembali mengayunkan parang tersebut dibagian kepala korban namun sempat ditangkis pakai tangan korban.
Pelaku beberapa kali mengayunkan parang kepada korban hingga meninggal dunia ditempat.
AKP Moch Jacub juga membenarkan jika pelaku masih berstatus menikah dengan perempuan lain.
"Kalau administrasi negara pelaku memang masih punya istri yang sah," ujarnya.
Sementara itu, korban merupakan seorang janda empat anak dan menjalin hubungan pacaran dengan pelaku.(*)
(TribunnewsSultra.com/Arman Tosepu)