Gagal Ginjal Akut di Sultra

Di Kendari Belum Ditemukan Kasus Gagal Ginjal Akut, Imbau Warga Patuhi Larangan Konsumsi Obat Sirup

Dinas Kesehatan (Dinkes) menyebut hingga saat ini belum ditemukan kasus gagal ginjal akut di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

TribunnewsSultra.com/ Amelda Devi Indriyani
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari, drg Rahminingrum. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Dinas Kesehatan (Dinkes) menyebut hingga saat ini belum ditemukan kasus gagal ginjal akut di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kepada Tribun, Kepala Dinkes Kota Kendari, drg Rahminingrum menyampaikan kasus gagal ginjal akut belum terdeteksi atau tercatat oleh pihaknya.

"Sejauh ini alhamdulillah belum ada," kata drg Rahminingrum saat dikonfirmasi TribunnewsSultra.com melalui via telepon, Jumat (21/10/2022).

Namun untuk kasus gagal ginjal yang belum kronis, drg Rahminingrum menyebut pihaknya belum mengetahui data pastinya.

"Kalau itu, datanya ada di masing-masing rumah sakit," jelasnya.

Baca juga: Cara Pemerintah Kota Kendari Kendalikan Inflasi dan Perluasan Digitalisasi Keuangan Daerah

Larangan Kemenkes

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan instruksi penghentian sementara konsumsi obat sirup berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan No HK.02.02./2/I/3305/2022 pada Rabu (19/10/2022).

Masyarakat diimbau tidak mengonsumsi obat sirup sebagai langkah pencegahan meluasnya gagal ginjal akut yang kasusnya sudah ada di Indonesia. 

Kemenkes pun mengimbau tenaga kesehatan untuk tidak meresepkan obat cair atau sirup sampai hasil penelusuran tuntas.

Nakes bisa menggunakan obat penurunan panas menggunakan tablet, dimasukkan ke anal, injeksi dan sebagainya.

Baca juga: Kenali Gejala Gagal Ginjal Akut, IDAI Perwakilan Sulawesi Tenggara Beberkan Tanda-tandanya

Untuk itu, drg Rahminingrum mengingatkan agar masyarakat sebaiknya tidak memberikan obat sirup, melainkan diganti dengan obat dalam bentuk kaplet, kapsul atau obat bentuk lainnya.

drg Rahminingrum mengimbau masyarakat agar tidak panik meski situasi di daerah lain telah ada kasus gagal ginjal akut yang dipicu dari obat sirup tersebut.

"Ini menjadi perhatian bersama khususnya ibu-ibu, jika anaknya sakit jangan lagi mengobati diri sendiri, membeli obat secara bebas," ujarnya.

"Namun, pada saat anak sakit bawa ke layanan kesehatan agar diberikan obat sesuai resep dokter," tegasnya.

"Kita menunggu surat resmi dari pusat terkait pemeriksaan lebih lanjut penyebab gagal ginjal akut apakah memang dipicu obat sirup atau seperti apa," jelasnya menambahkan. (*)

(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved