Berita Kendari

Kerabat Korban Penikaman di Kendari Blokade Jalan, Protes Gegara Polisi Diduga Larikan Pelaku

Warga Kelurahan Jati Mekar dan Gunung Jati, Kecamatan Kendari memblokade jalan depan Rumah Sakit Santa Anna, Minggu (16/10/2022).

Penulis: Laode Ari | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ La Ode Ari
Kapolsek Kandai AKP Kaharuddin. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Warga Kelurahan Jati Mekar dan Gunung Jati, Kecamatan Kendari memblokade jalan depan Rumah Sakit Santa Anna, Minggu (16/10/2022).

Mereka memblokade jalan karena meminta kepolisian setempat segera memproses hukum pelaku penikaman terhadap rekan.

Warga memprotes dengan membakar ban bekas tepat di depan Rumah Sakit Santa Anna, Jalan Dr Moh Hatta, Kelurahan Sanua, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendri, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Imbas aksi protes warga sempat membuat arus lalu lintas di jalan tersebut macet.

Namun, aparat kepolisian berhasil menenangkan para warga yang protes dan meminta tidak melakukan pengrusakan fasilitas umum.

Baca juga: Sosok Mahasiswa UHO Kendari Ditemukan Meninggal Dunia di Kost Perumahan Dosen Universitas Halu oleo

Kepala Kepolisian Sektor atau Kapolsek Kandai, AKP Kaharuddin Kaendo mengatakan aksi protes ini karena kesalahpahaman warga.

Kata dia, para warga ini sebelumnya mengamankan pelaku penikaman terhadap rekan mereka, berinisial C.

"Jadi C menikam rekan dari warga tersebut, dan bahkan sempat diamuk massa," ucap AKP Kaharuddin Kaendo.

Kapolsek Kandai mengatakan, sejumlah kerabat korban sempat menghakimi pelaku hingga mengalami luka tusuk benda tajam.

Menurutnya, polisi yang menuju ke TKP kemudian langsung mengamankan pelaku dan membawa ke Rumah Sakit Santa Anna Kendari.

Baca juga: Siapa Sosok Anak SMA Berani Begal Seorang Polisi di Kendari? Sembunyi 60 Hari Lalu Ditangkap Polisi

Namun, kerabat korban menduga polisi bukan menangkap tetapi membawa lari pelaku, setelah warga tidak menemukan keberadaan pelaku di Rumah Sakit Santa Anna Kendari.

"Nah pada saat dibawa ke rumah sakit ternyata ada keluarga korban menunggu di rumah sakit, karena untuk keselamatan pelaku yang luka-luka langsung dibawa ke RS Hermina Kendari," jelasnya.

"Jadi di sini mereka salah paham menganggap pelaku ini kami larikan bukan segera diproses hukum. Karena melihat kondisi pelaku ini luka-luka setelah dikeroyok," ujarnya menambahkan.

Kronologi Kejadian

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved