Berita Kendari

Marak Penemuan Mayat di Kendari, Sosiolog Sebut Banyak Warga Individualis hingga Sentil Polisi

Sosiolog UHO Kendari, Dr Bahtiar menyampaikan analisis mengenai maraknya penemuan mayat di Kota Kendari, 12 kasus selama 2022.

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Muhammad Israjab
handover
FOTO KOLASE PENEMUAN MAYAT : Nyaris tiap bulan, warga Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) digegerkan penemuan mayat. Dalam catatan Tribun Sultra, sejak Januari 2022, setidaknya ada 12 kali warga dihebohkan kabar penemuan mayat. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Sosiolog Universitas Halu Oleo atau UHO Kendari, Dr Bahtiar menyampaikan analisis mengenai maraknya penemuan mayat di Kota Kendari.

Penemuan mayat di Kota Kendari terjadi hampir setiap bulan, atau 12 kasus selama 2022.

Dalam catatan TribunewsSultra, sejak Januari 2022, setidaknya 12 kali warga dihebohkan kabar penemuan mayat

Sebagian besar mayat ditemukan di sekitar Teluk Kendari, Kecamatan Kendari Barat, beberapa identitas mayat terungkap, sisanya masih misteri.

Teranyar warga sekitar Jl Pembangunan, Kelurahan Sodohoa, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, kembali dihebohkan penemuan mayat.

Baca juga: Tahun 2022, Nyaris Tiap Bulan Ada Penemuan Mayat di Kota Kendari Sulawesi Tenggara

Mayat itu berjenis lelaki dalam kondisi bersimbah darah, pada Senin (10/10/2022) pukul 23.30 Wita.

Mayat itu diidentifikasi bernama Alimun, bekerja sebagai tukang becak di kawasan perdagangan dan jasa di ibu kota urban berpenduduk 360 ribu jiwa ini.

Hasil visum polisi, pria paruh baya ini, adalah warga Kecamatan Puriala, Kabupaten Konawe, sekitar 54 km dari ibu kota Sulawesi Tenggara, Kendari.

Sosiolog UHO Kendari, Dr Bahtiar menyampaikan, maraknya kasus penemuan mayat merupakan fenomena masyarakat urban atau perkotaan.

Salah satu ciri masyarakat urban yakni aktivitas yang tinggi tanpa batas waktu bahkan malam sampai pagi dan sebagainya.

"Ini berkonsekuensi pada tingkat keamanan dan kenyamanan masyarakat itu sendiri," ungkap Bahtiar saat dihubungi melalui telepon, pada Rabu (12/10/2022).

Di samping itu, ia melihat Kendari menuju salah satu kota yang maju, sehingga eskalasi kriminal juga meningkat.

Beberapa kasus kriminal yang menandakan eskalasi kejahatan meningkat adalah kasus busur dan begal yang terjadi beberapa bulan belakangan.

Baca juga: Cerita Penemuan Mayat Tanpa Kepala di Buton Utara, Ditemukan Suami Guru, Celana Nyangkut Mangrove

Bahkan, beberapa kasus kriminal berkembang menjadi pembunuhan, bagi hal itu adalah modus kerawanan masyarakat kota.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved