Berita Kendari

Beli Pertalite Pakai Aplikasi MyPertamina Belum Diterapkan di Kota Kendari, SPBU Tunggu Kebijakan

Kebijakan penerapan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi belum menggunakan aplikasi MyPertamina sampai awal Oktober 2022.

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ Muh Ridwan Kadir
Kebijakan penerapan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi menggunakan aplikasi MyPertamina belum dilakukan sampai awal Oktober 2022. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Kebijakan penerapan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi menggunakan aplikasi MyPertamina belum dilakukan sampai awal Oktober 2022.

Padahal sebelumnya, Pertamina Regional Sulawesi merencanakan penerapan tersebut akan dilakukan pada awal Oktober 2022.

Hingga kini, kebijakan yang diambil dalam pembelian Pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) masih menggunakan sistem manual.

Seperti misalnya SPBU Tapak Kuda, SPBU Teratai, dan SPBU Banggoeya, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Pengawas SPBU Tapak Kuda Kendari, Aswan mengatakan sampai awal bulan ini pihaknya masih menunggu kebijakan.

Baca juga: Operasi Zebra Anoa Tahun 2022 Digelar 14 Hari di Konawe Sulawesi Tenggara, 7 Sasaran Pelanggaran

"Iya, belum juga diterapkan pak, jadi saat ini masih pakai sistem manual," ungkap Aswan, pada Senin (3/10/2022).

Aswan menuturkan bagi masyarakat yang belum memiliki barcode maka pihaknya hanya mencatat saja kendaraannya dan mengimbau agar segera mendaftar.

Namun, bagi yang sudah terdaftar dan memiliki barcodenya maka sudah bisa digunakan untuk membeli BBM Pertalite.

Terpantau juga di SPBU Teratai dan SPBU Banggoeya belum menerapkan pembelian Pertalite menggunakan aplikasi MyPertamina.

Berdasarkan keterangan kedua pengawas di SPBU tersebut penggunaan aplikasi tersebut sebenarnya sudah berlaku mulai Agustus 2022.

Baca juga: Bupati Konawe Bakal Langsung Berkunjung di Kawasan Industri Morosi, Usai Didemo Ratusan Buruh

Namun, apabila masyarakat yang belum mendaftar serta tidak mempunyai barcode maka masih bisa melakukan pembelian dengan dicatat nomor polisi secara manual melalui alat.

Berdasarkan informasi dari Pertamina penerapan tersebut akan diberlakukan mulai 1 Oktober 2022, tetapi sampai kini masih menunggu keputusan.

Sementara itu, pihak Pertamina yakni Senior Supervisor Communication & Relation Pertamina Patra Niaga Sulawesi, Taufiq Kurniawan mengatakan tidak mengetahui informasi tersebut.

"Kami belum dapat informasi juga terkait hal itu," pungkasnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Muh Ridwan Kadir)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved