Berita Sulawesi Tenggara

Dampak Kenaikan BBM Pengaruhi Sektor Konstruksi, Gapensi Sultra Sebut Butuh Kajian Tepat

Perekonomian dunia diprediksi akan mengalami resesi atau kemerosotan pada tahun depan 2023. diperkuat dengan adanya pernyataan Presiden RI Joko Widodo

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Muhammad Israjab
TribunnewsSultra.com/ Muh Ridwan Kadir
Pemerintah Indonesia resmi mengumumkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite, Solar, dan Pertamax. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Perekonomian dunia diprediksi akan mengalami resesi atau kemerosotan pada tahun depan 2023.

Tentunya prediksi tersebut bukan tanpa alasan, perekonomian makin sulit tersebut diperkuat dengan adanya pernyataan Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi.

Menurutnya, situasi yang makin sulit tersebut disebabkan gejolak perang Rusia dan Ukraina berdampak pada krisis energi, pangan, hingga sektor keuangan.

Belum lagi pengaruh inflasi dan juga kenaikan BBM yang terjadi di Indonesia saat ini.

Baca juga: Penyebab Antrean BBM Pertalite di SPBU Kendari hingga Polisi Turun Tangan, Penjelasan PT Pertamina

Wakil Sekretaris Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia atau Gapensi Sultra, Ermilian Modo menanggapi hal tersebut.

Katanya, khususnya dampak kenaikan BBM saat ini pastinya akan berpengaruh pada harga lainnya khususnya pada bidang konstruksi.

"Misalnya saja dengan adanya kenaikan BBM pastinya akan mengakibatkan naiknya juga biaya transportasi dan juga pengiriman barang,"katanya melalui pesan singkat WhatsApp, Rabu (28/9/2022).

Baca juga: Masalah Antrean Panjang di SPBU Teratai Dipecahkan Kapolresta Kendari Saat Sidak Pengisian BBM

Lebih lanjut, Ermilian berharap dalam menghadapi situasi yang penuh dengan ketidakpastian ini pemerintah harus mengambil solusi yang tepat kedepannya.

"Khusus di Sultra, Pemda harus membuat kebijakan dalam membantu pengusaha untuk menghadapi situasi yang tidak pasti,"ungkapnya.

Ermilian menambahkan misalnya dari bidang konstruksi utamanya pada perjanjian kontrak dalam suatu proyek.

"Apabila telah adanya kesepakatan berbisnis dengan pihak lain maka tidak merugikan pengusaha satu dengan lainnya. Hal itu agar perekonomian di Sultra dapat berjalan dengan baik,"pungkasnya.

(TribunnewsSultra.com/Muh Ridwan Kadir)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved