Video Viral

Teriakan Histeris Wanita Emas Saat Ditahan, Dulu Artis Sinetron & Gandeng Saipul Jamil Maju Pilkada

Sosok Mischa Hasnaeni Moein yang dijuluki Wanita Emas ramai jadi perbincangan usai video dirinya teriak histeris saat ditahan viral di media sosial.

Kolase Tribunnewssultra.com
Hasnaeni Moein (HS) yang dikenal sebagai wanita emas jadi tersangka kasus dugaan korupsi penyimpangan dan penyelewengan dana di PT Waskita Karya (Persero) Tbk histeris masuk ke mobil tahanan di Lobi Gedung Bundar Kejagung, Jakarta, Kamis (22/9/2022). 

Stiker "wanita emas" lengkap dengan foto Hasnaeni banyak tertempel di bus-bus ibu kota ketika itu. Hasnaeni lantas bermimpi maju pada Pilkada DKI 2017.

Dia konsisten membawa jargon "era masyarakat sejahtera".

Baca juga: Sosok Rektor Universitas Negeri di Lampung Terjaring OTT KPK Diumumkan Komisi Pemberantasan Korupsi?

Namun demikian, Hasnaeni kembali gagal melenggang ke panggung pemilihan lantaran Demokrat saat itu justru mengusung Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Sylvia Murni di Pilgub DKI.

Tak surut, jelang Pemilu 2019 Hasnaeni sempat menyatakan keinginannya maju sebagai calon legislatif (caleg) DPRD DKI Jakarta.

Namun, bukan dari Demokrat, Wanita Emas saat itu mengaku hendak mencalonkan diri dari PDI Perjuangan.

Kendati demikian, rencana pencalonan Hasnaeni itu tak terdengar lagi kabarnya.

Terlibat Korupsi

Saat Hasnaeni Moein (HS) yang dikenal sebagai wanita emas
Saat Hasnaeni Moein (HS) yang dikenal sebagai wanita emas jadi tersangka kasus dugaan korupsi penyimpangan dan penyelewengan dana di PT Waskita Karya (Persero) Tbk histeris masuk ke mobil tahanan di Lobi Gedung Bundar Kejagung, Jakarta, Kamis (22/9/2022).

Dilansir dari Kompas.com, pihak Kejagung menyatakan, Hasnaeni ditetapkan sebagai tersangka berdasar pengembangan kasus dugaan korupsi di PT Waskita Beton Precast Tbk.

“Tersangka H (Hasnaeni) selaku direktur PT MMM dengan dalih PT MMM sedang melakukan pekerjaan tol Semarang-Demak, menawarkan pekerjaan kepada PT WBP, Waskita Beton Precast," kata Kuntadi.

"Dengan syarat PT WBP harus menyetorkan sejumlah uang kepada PT MMM dengan dalih penanaman modal,” tuturnya.

Kejagung sebelumnya telah menetapkan empat tersangka kasus dugaan korupsi penyimpangan dan penyelewengan dana di PT Waskita Beton Precast Tbk.

Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana menyebutkan, keempat tersangka adalah AW selaku pensiunan atau mantan Direktur Pemasaran PT Waskita Beton Precast Tbk periode 2016 sampai 2020.

Kedua, AP selaku General Manager Pemasaran PT Waskita Beton Precast, Tbk periode 2016 sampai dengan Agustus 2020.

Selanjutnya, BP selaku Staf Ahli Pemasaran (expert) PT Waskita Beton Precast Tbk, dan A selaku pensiunan karyawan PT Waskita Beton Precast Tbk.

Halaman
1234
Sumber: Surya
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved