Berita Kendari

Wali Kota Kendari Respon Terkait Drainase Tersumbat di Kota Lama, Sebut Jalan Nasional dan Provinsi

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir, merespon terkait drainase tersumbat dan mengeluarkan bau di sekitar Kota Lama Kelurahan Dapu-dapura.

Penulis: Muhammad Israjab | Editor: Muhammad Israjab
Handover
warga menyoroti adanya drainase di wilayah tersebut yang tersumbat dim Kota Lama, bahkan mengakibatkan air genangannya mengalir hingga ke bahu jalan. Wali Kota Kendari berikan respon. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir, merespon terkait drainase tersumbat di sekitar Kota Lama tepatnya di Kelurahan Dapu-dapura, Kecamatan Kendari Barat.

Sebelumnya warga menyoroti adanya drainase di wilayah tersebut yang tersumbat, bahkan mengakibatkan air genangannya mengalir hingga ke bahu jalan.

Bahkan akibat air yang naik hingga ke bahu jalan ini mengeluarkan bau tak sedap, yang membuat warga sekitar merasa terganggu.

Dalam video yang diterima TribunnewsSultra.com Senin (19/9/2022), tampak air berwarna hitam disertai tumpukan sampah tingginya setara dengan jalan raya.

Baca juga: Warga Kendari Keluhkan Drainase Tersumbat, Air Comberan Meluber ke Jalan Timbulkan Bau Tak Sedap

Di beberapa titik, air hitam ini sampai melebur ke jalan, membuat warga sekitar maupun pengguna jalan tidak nyaman karena baunya cukup mengganggu.

Menanggapi hal ini Sulkarnain Kadir dalam unggahan di Instagram Pribadinya @sulkarnainofficial memberikan pendapatnya terkait keluhan warga yang viral di media sosial.

Terkait drainase yang berada di sejumlah wilayah di Kota Kendari berada dalam kewenangan dari pemerintah pusat dan provinsi. 

Sehingga ini menjadi kendala tersendiri bagi pemerintah kota, sehingga sulit untuk melakukan renovasi.

"Bahwa sebagian drainase kita itukan melekat statusnya di jalan. Sehingga beberapa jalan-jalan utama kita statusnya jalan nasional dan jalan provinsi."

Baca juga: Peluang Penghapusan Tenaga Honorer 2023 Batal, Ini Tanggapan Pemkot Kendari Sulkarnain Kadir

"Sehingga kami pemerintah kota tidak leluasa dalam melakukan pembenahan. Tetapi kita insyaallah kita tetap berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi agar apa yang menjadi keluhan masyarakat misalnya seperti di Dapu-dapura," katanya.

Sehingga koordinasi yang dilakukan bisa disahuti pemerintah pusat dan provinsi. Seperti yang sudah dilakukan perbaikan drainase di sekitar Kampus Universitas Terbuka (Anduonohu).

"Alhamdulillah sudah tersahuti di depan Universitas Terbuka, selama ini sering meluap sekarang sudah tertangani, mohon maaf setelah dua tahun kita ajukan," ucapnya.

Sehingga ia berharap agar masyarakat terkait wilayah yang belum tetangani persoalan drainase ini untuk bersabar. (*)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved