Berita Kendari

2 Pemulung di Kendari Curi Alat Pemancar HT Milik Polairud Polda Sultra, Ini Motif Kedua Pelaku

Sebanyak dua pemulung berinisial SK (84) dan SS (44) mencuri alat pemancar HT milik Kepolisian Republik Indonesia atau Polri.

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Sitti Nurmalasari
Dokumentasi Polresta Kendari
Sebanyak dua pemulung berinisial SK (84) dan SS (44) mencuri alat pemancar HT milik Kepolisian Republik Indonesia atau Polri. Peralatan tersebut milik Direktorat Polisi Air dan Udara Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara atau Dit Polairud Polda Sultra. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Sebanyak dua pemulung berinisial SK (84) dan SS (44) mencuri alat pemancar HT milik Kepolisian Republik Indonesia atau Polri.

Peralatan tersebut milik Direktorat Polisi Air dan Udara Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara atau Dit Polairud Polda Sultra.

SK dan SS beraksi mengambil satu buah stabilizer, empat buah baterai, enam meter besi tembaga, 30 meter kawat tembaga, 40 meter kabel gruonding, dan 50 meter kabel listrik.

Imbas pencurian yang dilakukan kedua pemulung tersebut, Dit Polairud Polda Sultra mengalami kerugian Rp50 juta.

Keduanya melakukan aksi pencurian di Pemancar Transmiter HT Site Bungkutoko, Kelurahan Petoaha, Kecamatan Bungkutoko, Kota Kendari, pada Senin (19/9/2022) sekira pukul 13.00 Wita.

Baca juga: Waspada Pencurian Data Pribadi Lewat Aplikasi, Ini Daftar 11 Aplikasi yang Diduga Curi Data Pengguna

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Polresta Kendari, AKP Fitrayadi menjelaskan, alat pemancar HT diketahui hilang saat, pada Selasa (20/9/2022) sekira pukul 06.00 Wita.

"Saat itu, anggota Dit Polairud Polda Sultra melihat beberapa peralatan hilang sehingga menghubungi Polresta Kendari," kata AKP Fitrayadi via WhatsApp Messenger, pada Selasa (20/9/2022).

Kasubsitek Info Seksi Teknologi Informatika Polresta Kendari pun mengecek laporan tersebut dan benar alat pemancar HT sudah hilang.

Tim Buru Sergap atau Buser 77 Satreskrim Polresta Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pun melakukan penyelidikan.

"Kami menangkap pelaku SK di Jl Buburanda Bende, dan SS du Jl Garuda beserta barang bukti," beber AKP Fitrayadi.

Baca juga: Kronologi Pencurian Baterai Tower BTS Telkomsel di Kendari, 1 Pelaku Ditangkap Polisi 2 Masih Buron

Kata dia, dari tangan pelaku, polisi menyita gunting, tang, pisau cutter, parang, kunci Inggris, besi pencungkil dan 48 kilogram besi tembaga.

Hasil interogasi terhadap kedua pemulung tersebut, barang curian mereka telah dibakar dan menyisakan tembaga.

"Jadi tembaganya akan dijual ke pembeli besi tua, tetapi belum sempat karena tertangkap," ujar AKP Fitrayadi.

Menurut AKP Fitrayadi, SK merupakan residivis kasus yang sama dan menjalani penjara selama delapan tahun.

Ia menyebut, motif pencurian karena tersangka SK terlilit utang. Sementara tersangka SS untuk membiayai anaknya di pesantren.

Baca juga: Video CCTV Detik-detik Pencurian Uang Rp50 Juta di Mobil Pikap, Diduga Pelaku Mengintai dari Bank

"SK dan SS ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 363 KUHP, diancam pidana 7 tahun penjara," tandasnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Fadli Aksar)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved