Breaking News:

BKKBN Sultra

Sultra Tertinggi Jumlah Anak Gizi Buruk, BKKBN Bersama Dharma Pertiwi Genjot Penurunan Stunting

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyebut jumlah anak kondisi gizi kronis (stunting) di Sulawesi Tenggara masih tinggi.

Penulis: Laode Ari | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ La Ode Ari
Kepala BKKBN RI, dr Hasto Wardoyo. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyebut jumlah anak kondisi gizi kronis (stunting) di Sulawesi Tenggara (Sultra) masih tinggi.

"Sultra itu stunting-nya masih naik, seluruh provinsi di Indonesia hanya Sultra yang masih naik," kata Kepala BKKBN RI, dr Hasto Wardoyo pada Jumat (16/9/2022).

dr Hasto Wardoyo mengatakan, angka kenaikan stunting Sulawesi Tenggara tertinggi dari 33 provinsi sejak 2019-2021.

Sehingga, BKKBN terus memberikan sosialisasi ke masyarakat agar menurunkan jumlah gizi kronis anak di sejumlah wilayah termasuk Sultra.

Sosialisasi tersebut, BKKBN menggandeng Persatuan Dharma Pertiwi TNI dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat dan ibu-ibu dalam pencegahan gizi kronis anak.

Baca juga: Road Show Pencegahan Stunting di Kendari, Istri Panglima TNI Hetty Andika Perkasa Salurkan Bansos

Kegiatan road show penururan angka stunting yang dipimpin langsung Ketua Umum Dharma Pertiwi, Hetty Andika Perkasa dengan mandatangi tujuh daerah termasuk Sulawesi Tenggara.

"Kita serius dengan dibantu TNI dan Polri untuk menggerakkan masyarakat mencegah supaya tidak lahir bayi stunting," ujar Hasto.

Dia sangat mengapresiasi langkah TNI dengan ibu prajurit di Dharma Pertiwi untuk membantu komitmen BKKBN menurunkan angka stunting di seluruh wilayah di Indonesia.

"Karena kita komitmen dengan membentuk tim untuk menjalankan instuksi Presiden menurunkan stunting pada angka 14 persen," jelasnya.

Ketua Umum Dharma Pertiwi, Hetty Andika Perkasa mengatakan, road show ini sebagai tindak lanjut MoU BKKBN bersama pengurus Dharma Pertiwi Pusat untuk percepatan penurunan angka stunting.

Baca juga: Cara Dinas Kesehatan di Buton Percepat Penurunan Angka Stunting, Kunjungi Rumah Warga Beri Konseling

"Ini untuk memberikan kontribusi nyata dari Dharma Pertiwi untuk membantu percepatan penurunan angka stunting di wilayah lndonesia," ujarnya saat memberikan sambutan.

Ia menuturkan ada tujuh daerah di Indonesia yang dikunjunginya karena memiliki angka stunting tertinggi.

Di antaranya, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Aceh, dan Sulawesi Tenggara.

Selaini itu, Hetty memberikan pengarahan kepada istri prajurit TNI agar membudidayakan pekarangan untuk ditanami tanaman yang membantu pemenuhan gizi.

Ia tak lupa memberikan paket makanan bergizi untuk ibu hamil dan anak usia di bawah dua tahun atau baduta.

Baca juga: Pimpinan UNICEF Wilayah Sulawesi dan Maluku: Mahasiswa Berperan Penting Menekan Stunting di Sultra

"Jadi tetap semangat dan jangan lupa sayang keluarga dengan selalu menyiapkan makanan bergizi," ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Sultra Ali mazi, menambahkan, sangat mengapresiasi langkah Pengurus Pusat Dharma Pertiwi dalam memberikan sosialiasi penurunan stunting.

"Saya sudah instruksikan kepada BKKBN agar memberikan pemahaman ke masyarakat bahaya stunting," ujar Ali Mazi. (*)

(TribunnewsSultra.com/La Ode Ari)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved