Berita Kendari

Inflasi Kota Kendari Capai 5,2 persen, Sulkarnain Kadir Ingatkan Pedagang Tak Boleh Main 'Curang'

Angka inflasi Kendari capai 5,2 persen, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir imbau pedagang tidak memanfaatkan situasi demi kepentingan pribadi.

Tribunnewssultra.com/Amelda Devi Indriyani
Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir saat ditemui Tribunnewssultra.com mengimbau pedagang agar memanfaatkan situasi untuk mendapatkan keuntungan pribadi yang merugikan kepentingan publik lebih besar dalam kondisi masa infasi ini. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengimbau pedagang tidak memanfaatkan situasi atau bermain curang demi keuntungan pribadi yang merugikan kepentingan publik lebih besar.

Hal itu ia sampaikan menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), dari untuk jenis Pertalite dari Rp7.650 menjadi Rp10.000 per liter.

Kenaikan harga BBM itu tentu saja dirasakan dampaknya oleh seluruh daerah di Indonesia. Tidak terkecuali Kota Kendari, sebagai imbasnya turut mengalami inflasi atau kenaikan harga.

"Termasuk menaikan harga, boleh, akan tetapi yang wajar. Jangan ada kenaikan harga yang memanfaatkan situasi," ujarnya.

Sulkarnain Kadir menyebut inflasi di Kota Kendari mencapai angka 5,2 persen berdasarkan hasil rapat koordinasi.

Baca juga: Pj Bupati Basiran dan Forkopimda Gelar Operasi Pasar Guna Tekan Inflasi di Buton Sulawesi Tenggara

"Kita tidak bisa hindarkan kenaikan harga ini karena memang efek dari berbagai situasi, yang sekarang ini tidak hanya melanda Indonesia tapi juga melanda dunia," ujarnya.

Maka dari itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, diantaranya distributor dalam pemenuhan kebutuhan pokok.

FOTO ILUSTRASI - Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat inflasi di Kota Kendari dan Baubau, sebesar 0,12 persen Agustus 2022.
FOTO ILUSTRASI - Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat inflasi di Kota Kendari dan Baubau, sebesar 0,12 persen Agustus 2022. (Istimewa)

Kata dia, hal tersebut dilakukan agar mengurangi resiko terjadinya inflasi yang begitu ekstrim.

Selain melakukan koordinasi dengan distributor, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan pihak keamanan agar situasi tetap terkendali.

"Inflasi ini harus dikelola dan dikendalikan dengan baik. Karena itu kan yang paling utama, walaupun harga-harga naik tapi kebutuhan pokok masih terjangkau maka in sha Allah inflasinya tidak terlalu menghawatirkan," bebernya.

(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved