Berita Sulawesi Tenggara

Tarif Tiket Kapal Terbaru di Sultra Segera Diterbitkan Lewat Peraturan Gubernur Sulawesi Tenggara

Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar rapat kerja, pada Senin (12/9/2022).

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ Muh Ridwan Kadir
Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar rapat kerja, pada Senin (12/9/2022). Dalam rapat kerja tersebut, membahas skema penyesuaian tarif angkutan laut imbas kenaikan harga Bahan Bakar Minyak atau BBM. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar rapat kerja, pada Senin (12/9/2022).

Dalam rapat kerja tersebut, membahas skema penyesuaian tarif angkutan laut imbas kenaikan harga Bahan Bakar Minyak atau BBM.

Dalam rapat tersebut dihadiri langsung Kepala Dinas Perhubungan Sultra, Muhammad Rajulan, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IIA Kendari.

Kemudian Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sultra Mastri Susilo, Jasa Angkutan Laut Cantika, Aksar Group, DPD IMM Kendari, dan stakeholder lainnya.

Ketua Komisi III DPRD Sultra, Suwandi Andi mengatakan dalam rapat ini diambil keputusan dari pengguna jasa angkutan laut akan menyesuaikan tarif sesuai Surat Keputusan Gubernur.

Baca juga: Pastikan Kenaikan Tarif Angkot Tidak Merugikan Masyarakat, Ini yang Bakal Dilakukan Pemkot Kendari

Dishub Sultra siap fasilitasi Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) segera menemui Gubernur menjelaskan teknis dan mengeluarkan Peraturan Gubernur," jelasnya.

Lanjutnya, walaupun untuk rute menuju Raha telah menaikkan tarif sebesar 50 persen dan rute lainnya hanya sekitar 30 persen, tetapi semuanya harus dilandasi oleh aturan resmi.

Sehingga, pemerintah daerah sudah siap untuk menerbitkan Peraturan Gubernur dan pengguna jasa angkutan laut atau perusahaan juga bersedia mengikuti peraturan tersebut.

"Semoga jangan minggu ini, dari keputusan kami tadi yaitu segera, artinya 1x24 jam bisa diselesaikan, dan akan segera dikoordinasikan dengan Gubernur," katanya.

"Hal ini dimaksudkan dalam koordinasi nantinya akan dihasilkan peraturan atau dasar hukumnya, intinya aturan tersebut nantinya tidak merugikan rakyat dan perusahaan tidak dirugikan," tambahnya.

Baca juga: Tarif Tiket di Pelabuhan Kapal Malam Rute Kendari ke Raha Rp155 Ribu, Wanci Rp240 Ribu

Sementara itu, Asisten II Pemprov Sultra Suharno mengatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti apa yang menjadi kegiatan kali ini.

Hal itu agar segera dikeluarkannya Peraturan Gubernur tentang penyesuaian tarif untuk merevisi peraturan yang sebelumnya.

"Dampak dari kenaikan BBM ini suka tidak suka pasti akan berpengaruh terhadap tarif, karena harus diperhatikan juga operasional perusahaan," katanya.

Lebih lanjut, sehingga dalam rapat ini disatukan persepsi terkait berapa besaran kapal beroperasi untuk melayani masyarakat.

"Secepatnya akan diambil keputusan jika besarannya sudah pas tidak memberatkan perusahaan dan masyarakat, nantinya perusahaan akan ajukan besaran dan akan dicocokkan dengan perhitungan kita (pemerintah)," jelasnya.

Baca juga: Tarif Baru Angkutan Umum di Kendari Bakal Diterbitkan Lewat Surat Keputusan Wali Kota Pekan Depan

Untuk diketahui, Pemprov Sultra akan menerbitkan aturan terbaru dengan merevisi Peraturan Gubernur (Pergub) No 13 Tahun 2015.

Di mana, sebelumnya Pergub ini sudah dilakukan perubahan atas Pergub No 80 Tahun 2014 tentang Penetapan Tarif Angkutan Laut Penumpang Kelas Ekonomi Lintas Kabupaten Kota Dalam Provinsi Sultra. (*)

(TribunnewsSultra.com/Muh Ridwan Kadir)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved