Berita Kendari

Tarif Ojek Online Resmi Naik di Kendari Sultra, Jarak Tempuh Satu Kilometer Dibanderol Rp10 Ribuan

Kini tarif ojek online atau biasa disebut dengan ojol resmi naik di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ Muh Ridwan Kadir
Kini tarif ojek online atau biasa disebut dengan ojol resmi naik di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Kenaikan atau penyesuaian tarif tersebut merupakan dampak dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Kini tarif ojek online atau biasa disebut dengan ojol resmi naik di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kenaikan atau penyesuaian tarif tersebut merupakan dampak dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Usai sepekan para driver ojek online tersebut menunggu penyesuaian tarif, kini telah resmi ditetapkan harga terbaru.

Beberapa driver ojek online mengaku merasa senang dengan kenaikan atau penyesuaian tarif ini, tetapi beberapa lainnya merasakan biasa saja.

Misalnya saja salah satu driver ojol Maxim di Kendari yaitu Ramang mengatakan untuk saat ini tarif jasa angkutnya telah mengalami kenaikan.

Baca juga: Barang Dagangan PKL di Kawasan Mall Mandonga Diangkut Satpol PP, Rapikan Wajah Kota Kendari Sultra

"Iya alhamdulillah saat ini sudah naik, misalnya saja dari Lorong Pelangi sampai ke Masjid Laode Malim UHO sebelumnya Rp7.900 saat ini Rp10.200," katanya.

Berdasarkan besaran yang telah ditetapkan jasa angkut batas 4,3 kilometer masih ditetapkan tarif Rp10.200, tetapi jika melewati jarak tempuh maka tarif akan bertambah.

Ramang menjelaskan kenaikan tarif ojek online ini sudah terjadi sekira dua hari lalu atau pada Sabtu (10/9/2022).

"Saat saya jalan pada Sabtu lalu itu sampai jam 8 malam belum naik, tetapi setelah cerita sama teman dan kami mengecek harga pada jam 9 malam ternyata sudah ada kenaikan," ujarnya.

Sementara itu, driver ojol Maxim lainnya yaitu Muhammad Al Isra mengatakan kenaikannya terjadi dua hari lalu dengan besaran sekira Rp2 ribuan.

Baca juga: Serahkan Raperda APBD-P 2022, Pemkot Kendari Prioritas Pemulihan Ekonomi hingga Infrastruktur

Katanya, dalam jarak tempuh satu kilometer sebelumnya pengantaran dibanderol Rp8 ribu dan setelah adanya kenaikan maka saat ini sekira Rp10 ribuan.

"Setelah tahu tarifnya naik, perasaan saya senang, sebelum harga naik juga saya tidak merasa dirugikan atau normal saja dan setelah naik malah tambah ada keuntungan lebih," jelasnya.

Isra menuturkan rute yang paling dekat dalam pengantaran yaitu dari depan Kampus UHO sampai ke dalam kampus, sedangkan jalur terjauh biasanya dari Mandonga ke Ranomeeto.

Selain itu, jasa pengantaran lainnya yaitu Grab dengan driver bernama Yohanes mengatakan untuk jarak terdekat yaitu di bawah dua kilometer dibanderol Rp8.800.

"Jadi naiknya ini dua kali yaitu pada Sabtu lalu naiknya Rp400 dan kemarin pada Minggu naik Rp400 sehingga harga sebelumnya Rp8.000 saat ini menjadi Rp8.800," katanya.

Baca juga: Tarif Maxim Bakal Ikut Merangkak Naik di Kendari Sulawesi Tenggara Imbas Kenaikan Harga BBM

TribunnewsSultra.com menelusuri lewat aplikasi Grab kategori GrabBike Hemat khususnya di bawah dua kilometer jarak Perumahan Kampus Baru menuju Masjid Laode Malim UHO dibanderol Rp10.500, bukan Rp8.800. (*)

(TribunnewsSultra.com/Muh Ridwan Kadir)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved