Breaking News:

Penembakan Polisi

Hotman Paris Bongkar Pengakuan Ajudan, Sambo Menangis PC Mengadu: Bisa Jadi Pembunuhan Spontan

Pengacara ternama Hotman Paris mengaku hampir saja menerima tawaran untuk menjadi pengacarara tersangka kasus pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo.

Tangkapan layar channel Youtube TransTV
Hotman Paris menjadi bintang tamu programHeart to Heart yang tayang di channel Youtube TransTV 

Sebagai seorang host, ia menyebutkan harus netral dan tak memihak.

Imbas Promo Miras, 12 Kafe Holywings di Jakarta Ditutup hingga Hotman Paris Minta Maaf ke Ketua MUI

"Ada beberapa alasan yang pertama menjadi konflik kepentingan, karena saya host di acara membahas kasus itu berarti saya netral," tuturnya.

Ia juga sempat diminta oleh jutaan orang untuk mendampingi keluarga Brigadir J ataupun Bharada E, namun karena sudah menjadi host Hotman 911, pengacara kondang itu memilih untuk menyibukkan diri pada program barunya.

Meski demikian, ia sempat tertarik juga menjadi pengacara Ferdy Sambo karena satu fakta yang ditemukannya.

Setelah memahami perbincangan dengan tim pengacara Sambo, Hotman Paris menemukan fakta dari sebuah pernyataan para ajudan.

Poster Hotman Paris 911
Poster Hotman Paris 911

Menurutnya, itulah keahliannya sebagai pengacara dapat menganalisa peristiwa yang terjadi.

"Yang belum tentu profesor atau doktor tahu ini. Karena ini adalah keahlian seorang pengacara. Saya itu punya keahlian melihat jarum kecil dalam jerami," tuturnya.

Ia mengungkapkan sudah berbicara dengan tim (pengacara Sambo)," jelasnya.

Saksi kunci tidak hanya PC melainkan para ajudan juga ikut memberikan pernyataan tentang peristiwa yang terjadi.

Tersangka kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Ferdy Sambo atau FS menjalani adegan rekonstruksi pembunuhan Brigadir J di rumah dinas kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022).
Tersangka kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Ferdy Sambo atau FS menjalani adegan rekonstruksi pembunuhan Brigadir J di rumah dinas kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022). (Warta Kota/Yulianto)

"Kalau soal benar nanti di persidangan. Bahwa saat ibu PC pulang dari Magelang ceritalah apa yang dia alami di rumah pribadi Saguling (pelecehan). At the time, seorang jendral itu menangis. Orang tidak ada yang peduli soal menangis itu. Tidak lamalah sesudah itu, terjadilah penembakan. Sambo itu sudah mengakui memerintahkan penembakan, berarti sudah hampir pasti kena pembunuhan biasa tapi dari mulai dia emosi sampai pada pembunuhan, berarti ada heroik apakah itu adalah pembunuhan rencana? itu nanti akan dipakai sebagai bukti alasan, bahwa itu pembunuhan spontan," jelasnya.

Meski demikian, ia tak mau langsung mengambil kesimpulan.

Pernyataan yang didengarnya menjadi adalah pengakuan berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

"Saya tegaskan sekali lagi pada masyarakat saya tidak memihak tapi itu kesaksian di BAP," jelasnya. (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved