Berita Konawe

PAW Anggota DPRD Konawe Mulai Diproses KPU, Armanto Sebut Satu Nama Belum Dimasukkan

Komisi Pemilihan Umum atau KPU Kabupaten Konawe mulai memproses Pengganti Antar Waktu (PAW) anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Penulis: Arman Tosepu | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ Arman Tosepu
Anggota KPU Konawe, Armanto. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KONAWE - Komisi Pemilihan Umum atau KPU Kabupaten Konawe mulai memproses Pengganti Antar Waktu (PAW) anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Seperti diketahui, sebelumnya diberitakan dua anggota DPRD Konawe meninggal dunia pada tanggal 15 Juli 2022.

Keduanya adalah almarhum Sudirman dari Partai NasDem dan almarhumah Hj Murni Tombili dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Anggota KPU Konawe, Armanto mengatakan, sejauh ini pihaknya telah memproses PAW Sudirman dari Partai NasDem.

"Sementara berjalan adalah Partai NasDem untuk PAW-nya, jadi kami juga sudah menjawab surat dari Ketua DPRD soal tindak lanjut penyampaian hasil verifikasi," kata Armanto, Rabu (7/9/2022).

Baca juga: Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun Murni Tombili Anggota DPRD Konawe Sulawesi Tenggara Meninggal Dunia

Sementara itu, kata dia, untuk PAW dari PDIP hingga saat ini belum ada penyampaian dari pihak yang bersangkutan.

Armanto menuturkan, pihaknya juga masih menunggu usulan tersebut.

Berdasarkan hasil verifikasi dan klarifikasi, Selfiana memenuhi syarat untuk menjadi PAW dari Partai NasDem.

Meskipun belum ada berkas pengusulan, berdasarkan peroleh suara terbanyak untuk PAW dari PDIP adalah Suharto.

"Tapi belum ada tindak lanjut dari Ketua DPRD untuk menyampaikan surat, jadi kami masih menunggu," tuturnya.

Baca juga: Sudirman Anggota DPRD Konawe Sulawesi Tenggara Meninggal Dunia, Berikut Riwayat Hidup Almarhum

Armanto menjelaskan, untuk pengusulan sendiri tidak ada batas waktu yang ditentukan.

Untuk PAW dari Partai NasDem juga sisa menunggu surat keputusan dari Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra).

"Jadi wilayah kerja KPU hanya menerima surat, memeriksa kembali keabsahan dokumen yang disampaikan ini memenuhi syarat atau tidak, maka kami akan melihat dari sisi dokumen." jelasnya.

"Kalau itu dibutuhkan klarifikasi maka kami akan lakukan ke orang yang bersangkutan," lanjutnya menambahkan. (*)

(TribunnewsSultra.com/Arman Tosepu)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved