Berita Baubau

9 Pemulung dan 3 Anak Jalanan di Kota Baubau Sulawesi Tenggara Terjaring Razia Satpol PP

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) menertibkan pemulung dan anak jalanan, pada Jumat (2/9/2022).

TribunnewsSultra.com/La Ode Muh Abiddin
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) menertibkan pemulung dan anak jalanan, pada Jumat (2/9/2022). Sebanyak sembilan pemulung dan tiga anak jalanan yang mangkal di lampu lalu lintas dan bahu jalan diangkut ke mobil patroli karena dianggap menggangu ketertiban. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, BAUBAU - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) menertibkan pemulung dan anak jalanan, pada Jumat (2/9/2022).

Sebanyak sembilan pemulung dan tiga anak jalanan yang mangkal di lampu lalu lintas dan bahu jalan diangkut ke mobil patroli karena dianggap menggangu ketertiban.

Kepala Satpol PP Kota Baubau, La Ode Muhammad Takdir menjelaskan, pemulung dan anak jalanan yang terjaring razia akan diamankan di Kantor Satpol PP untuk didata dan dibina.

Ia menganggap, aksi pemulung dan anak jalanan mangkal di lampu lalu lintas maupun bahu jalan utama Kota Baubau sangat mengganggu ketertiban arus lalu lintas serta kenyamanan pengendara.

"Karena setiap lampu lalu lintas, mereka selalu menyerobot untuk mengemis," ucap La Ode Muhammad Takdir.

Ia mengatakan, selain mengemis ada beberapa yang berjual di area trotoar lampu lalu lintas, tetapi hal itu tidak diperbolehkan sehingga pihaknya harus mengamankan untuk diberikan pembinaan.

"Setelah kami amankan, mereka ini akan kami bawa ke Dinas Sosial untuk diberikan pembinaan agar tidak melakukan hal yang sama," jelasnya.

Kata dia, pihaknya akan terus melakukan patroli rutin untuk bisa mencegah hal seperti ini kembali terjadi, sehingga tidak makin menjamur seperti di kota-kota besar lainnya.

"Ketika kami mendapatkan gelandangan, pengemis maupun anak jalanan akan kami tertibkan agar tidak ada pembiaran," ujarnya

Saat diamankan, sejumlah pemulung berdalih sengaja duduk di bahu jalan dan lampu lalu lintas hanya untuk beristrahat.

Namun pada kenyataannya, mereka melakukan hal tersebut untuk menarik simpati dari pengguna jalan agar diberikan bantuan.

"Kami tidak pernah melarang pemulung mencari barang bekas. Silakan apalagi jika untuk mereka bisa bertahan hidup. Hanya saja, kami imbau jangan mangkal di bahu jalan dan lampu lalu lintas," ujarnya.

"Jika ingin istrahat, carilah tempat yang tidak mengganggu ketertiban, utamanya jalur kendaraan," tambahnya.

Ia menyebutkan, mayoritas pemulung di Kota Baubau, Provinsi Sultra merupakan warga pendatang dari luar Kota Baubau. Hanya saja, telah lama berdomisili di Kota Baubau. (*)

(TribunnewsSultra.com/La Ode Muh Abiddin)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved