Berita Konawe

Dinas PUPR Sebut Tidak Punya Kewenangan Hentikan Aktivitas Kendaraan Perusahaan di Konawe Sultra

Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Konawe tidak mempunyai kewenangan menghentikan aktivitas kendaraan PT Satria Jaya Sentosa (PT SJS).

Penulis: Arman Tosepu | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ Arman Tosepu
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Konawe, Muhammad Reza Priyambada. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KONAWE - Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Konawe tidak mempunyai kewenangan menghentikan aktivitas kendaraan PT Satria Jaya Sentosa (PT SJS).

Hal ini disebutkan Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga, Muhammad Reza Priyambada saat menemui warga Kelurahan Asinua, Kecamatan Unaaha yang berunjuk rasa di Dinas PUPR Konawe, Kamis (1/9/2022).

Ia mengatakan, kerusakan jalan yang dilalui kendaraan PT SJS disebabkan jalan hanya memiliki kapasitas maksimal 8 ton, sementara muatannya melebihi dari kapasitas tersebut.

"Kita tidak punya kewenangan untuk menghentikan itu. Baik kendaraan umum maupun pribadi," kata Muhammad Reza Priyambada.

Kabid Bina Marga ini menyebut, jika ada kendaraan lebih dari 8 ton ingin menggunakan jalan kabupaten maka diperbolehkan, tetapi dengan rekomendasi teknis sesuai peraturan Kementerian PUPR.

Baca juga: Protes Jalan Rusak Gegara Aktivitas Perusahaan di Konawe, Warga Asinua Unjuk Rasa di Dinas PUPR

"Salah satu syarat adalah memperbaiki dan mengembalikan posisi awal jalan. Jadi perbaikan pada saat aktivitas PT SJS masih berlangsung maka dilakukan penanganan ringan," sebutnya.

Kemudian, setelah aktivitas berakhir pihak perusahaan wajib melakukan perbaikan dengan mengembalikan posisi awal jalan.

Menurut Muhammad Reza Priyambada, aktivitas PT SJS akan berakhir pada bulan Desember 2023 mendatang.

"Jadi kita tunggu sampai berakhirnya rekomendasi teknis penggunaan jalan tersebut," kata Kabid Bina Marga Dinas PUPR Konawe ini.

Ia menambahkan pihak perusahaan telah melakukan sejumlah penanganan ringan terhadap jalan yang dimaksud.

Baca juga: Bahas APBD Perubahan 2022 Konawe, Ketua DPRD Ardin: Sudah Disepakati Pendapatan Rp1,5 Triliun

Warga Demo Dinas PUPR Konawe

Sebelumnya, puluhan warga Kelurahan Asinua, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe berunjuk rasa di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Konawe, Kamis (1/9/2022).

Unjuk rasa ini menyoal aktivitas batching plant PT Satria Jaya Sentosa (PT SJS) yang membuat jalan di Kelurahan Asinua menjadi rusak.

"Jadi aktivitas perusahaan menimbulkan dampak negatif bagi kami warga Asinua," kata Bayu dalam orasinya.

Kehadiran warga di Dinas PUPR Konawe, kata Bayu, mempertanyakan mengapa dibiarkan, seharusnya dinas menegur perusahaan tersebut.

Baca juga: Pria Asal Kapoila Konawe Ditangkap Polisi, Simpan Sabu Dalam Meja Bundar dan Sachet di Dinding Dapur

"Kalau perlu buat portal penghalang. Karena akses jalan yang dilalui ini terhambat, mengapa ada pembiaran," jelasnya.

Bayu menjelaskan, jalan rusak tersebut juga merupakan akses warga menuju Pasar Sentral Asinua, Konawe. (*)

(TribunnewsSultra.com/Arman Tosepu)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved