Pasutri Tewas di Baubau

Masyarakat Wadiabero Minta Pelaku Pembunuhan Pasutri di Baubau Sultra Diberikan Hukuman Maksimal

Kerukunan Keluarga Wadiabero-Haiya (KKW-H) mendatangi Polres dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (31/8/2022).

TribunnewsSultra.com/La Ode Muh Abiddin
Kerukunan Keluarga Wadiabero-Haiya (KKW-H) mendatangi Polres dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (31/8/2022). Kedatangan masyarakat meminta agar pelaku pembunuhan terhadap pasangan suami istri yaitu La Moni dan Nursiah Saleh diberikan hukuman maksimal. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, BAUBAU - Kerukunan Keluarga Wadiabero-Haiya (KKW-H) mendatangi Polres dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (31/8/2022).

Kedatangan masyarakat meminta agar pelaku pembunuhan terhadap pasangan suami istri yaitu La Moni dan Nursiah Saleh diberikan hukuman maksimal.

Ketua Kerukunan Keluarga Wadiabero-Haiya H Sudin mengatakan, pihaknya sangat memberi apresiasi kepada Polres Baubau yang telah mengungkap dan menangkap pelaku dengan cepat.

"Namun kami juga meminta kepolisian untuk persoalan ini diselesaikan secara tegas dan profesional serta memberikan rasa keadilan kepada keluarga korban," ujarnya.

Sudin menuturkan, pihak keluarga mengecam dan mengutuk keras pelaku yang dengan keji membunuh pasutri, La Moni dan Nursiah Saleh.

Baca juga: Pasutri di Baubau Sultra Tewas Bersimbah Darah Diduga Dibunuh Pakai Senjata Tajam, HP Korban Hilang

Ia menekankan, agar kepolisian mengenakan sanksi Pasal 330 KUHP dengan hukuman maksimal kepada pelaku yang dengan sangat sadis melakukan pembunuhan.

Kata dia, pihak keluarga menilai banyak ketidaksesuaian dalam keterangan pelaku terkait dari motif pembunuhan yaitu pemutusan kerja secara sepihak.

"Jadi berkembang informasi di masyarakat yang membebani kami, sehubungan dengan persoalan pemutusan kerja antara pelaku dan korban," jelasnya.

"Kemudian, bahan-bahan pekerjaan jendela rumah yang sudah dibeli pelaku, kami menganggap keterangan tersebut tidak benar dan mengada-ada," tambahnya.

Karena di rumah korban tidak pernah ditemukan satupun bahan dan alat yang dimaksud pelaku dalam keterangannya.

Baca juga: Pasutri Ditemukan Tewas, Kapolres Baubau Sebut Ada Luka Sayatan di Leher dan Dada Kedua Korban

Sehingga agar terciptanya rasa keadilan pada keluarga korban, ia berharap Polres dan Kejari Baubau untuk menindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku.

Selain itu, pihaknya meminta agar pelaku diberikan efek jera dan menjadi peringatan untuk semua, bahwa tindakan keji seperti ini adalah perbuatan yang tidak dibenarkan.

"Kami akan terus mengawal masalah ini hingga diberi putusan yang setimpal atas perbuatan pelaku yang keji ini," kata Sudin.

Ia menambahkan, pihaknya akan kembali melakukan aksi setelah pihak kepolisian melimpahkan kasus tersebut di Kejari Baubau. (*)

(TribunnewsSultra.com/La Ode Muh Abiddin)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved