Berita Konawe

Sekda, Anggota DPRD Konawe hingga Tokoh Adat Review Film Sayap-Sayap Patah

Sekda Konawe, Ferdinand Sapan dan Anggota DPRD Konawe, Hermansya Pagala memberikan review film Sayap-sayap Patah, Minggu (28/8/2022)

Penulis: Arman Tosepu | Editor: Muhammad Israjab
Arman Tosepu/TribunnewsSultra.com
Acara nonton bareng film Sayap-Sayap Patah yang dihadiri Sekretaris Daerah Konawe, Ferdinand Sapan, anggota DPRD Konawe, Hermansyah Pagala, dan Lembaga Adat Tolaki (LAT), Bisman Saranani, Minggu (28/8/2022) kemarin. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KONAWE - Sekretaris Daerah atau Sekda Konawe, Ferdinand Sapan dan Anggota DPRD Konawe, Hermansya Pagala memberikan review film Sayap-sayap Patah, Minggu (28/8/2022).

Review itu juga diberikan Tokoh Adat Tolaki, Bisman Saranani seusai menonton bareng di Hollywood Kendari.

Tampak dalam acara nonton bareng itu dihadiri oleh Kapolres Konawe, AKBP Ahmad Setiadi dan jajarannya.

"Menyaksikan film tadi dengan tupoksi polisi ini memberikan gambaran kepada kita semua bahwa tanggung jawab polisi sangat berat," kata Ferdinand.

Baca juga: Sekda Ferdinand Sapan Ungkap Penyebab Sejumlah Wilayah di Konawe Sultra Tidak Memiliki Kodefikasi

Lebih lanjut, kata dia, hal ini juga memberikan gambaran kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) jika tanggungjawab terhadap pemerintah lebih penting daripada tanggungjawab kepada keluarga.

Ia berharap, film ini juga menjadi soliditas antara Polres dan Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe.

Ditempat yang sama, anggota DPRD Konawe Fraksi Partai Gerindra, Hermansyah Pagala menuturkan, film ini menggambarkan tugas pihak kepolisian di masyarakat.

Baca juga: Daftar Wilayah di Konawe Sultra Terancam Tanpa Penyelenggara Pemilu dan Pilkada 2024

"Alhamdulillah semakin membaik, ini yang kita harapkan semua," ujar Hermansyah.

Sementara itu, Bisman Saranani mengatakan, pihaknya mendorong agar apa yang ada di dalam film Sayap-sayap Patah tidak terjadi di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Ia juga menjelaskan, film ini menjadi pelajaran untuk kaum perempuan yang harus memahami jika urusan negara begitu penting.

"Jadi tadi itu dilema, mau tinggalkan keluarga atau tugas akhirnya istrinya setengah pedoko (Kesal), ini pengorbanan," jelasnya.(*)

(TribunnewsSultra.com/Arman Tosepu)

 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved