Sekda Wakatobi Diberhentikan

Bupati Wakatobi Berhentikan Sekda Berpeluang Cacat Prosedur, Ini Penjelasan Pakar Hukum

Tindakan Bupati Wakatobi memberhentikan Sekda berpeluang cacat prosedur, ini penjelasan pakar hukum Universitas Muhammadiyah Kendari.

Penulis: Husni Husein | Editor: Risno Mawandili
Istimewa
Pakar Hukum Administrasi Tata Negara Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr Ahmad Rustan - Tindakan Bupati Wakatobi memberhentikan Sekda berpeluang cacat prosedur, ini penjelasan pakar hukum Universitas Muhammadiyah Kendari. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM,KENDARI - Tindakan Bupati Wakatobi memberhentikan Sekda berpeluang cacat prosedur, ini penjelasan Pakar Hukum Universitas Muhammadiyah Kendari.

Sekretaris Daerah (Sekda) Wakatobi La Jumadin diberhentikan secara mendadak. Ia baru tahu setelah mendapatkan surat resmi pada Kamis (25/08/2022).

“Ini juga saya mau tanya alasannya saya diganti itu apa sebenarnya. Kalau disebut saya melanggar, pelanggarannya apa?,” ujarnya melalui sambungan telepon seluler (ponsel).

Baca juga: Pengacara Korban Pelecehan Keberatan Dosen UHO Prof B Tak Ditahan, Sebut Alasan Sakit Mengada-ada

Baca juga: Soal Pemberhentian La Jumadin Sebagai Sekda Wakatobi, Asrun Lio: Bukan Gubernur yang Berhentikan

Tak masalah apabila La Jumadin tak lagi menjabat Sekda Wakatobi. Ia tidak mau ‘melawan’ keputusan bupati, apalagi untuk mempertahankan jabatan sekda belaka.

“Jabatan itu titipan, bisa pergi begitu saja. Apalagi kami ini orang kecil,” jelasnya.

“Hanya saja memang saya juga mau tanya apa ini (pemberhentian) sudah sesuai mekanisme dan prosedurnya. Kalau sudah sesuai ya kita terima. Tidak sesuai saja kita tetap terima,” lanjutnya.

“Meski ini jadi catatan hidup bahwa kita bisa saja dizalimi orang-orang yang tidak suka sama kita meski sudah bertahun-tahun mengabdi sebagai pegawai dengan baik,” tambahnya.

Catata Prosedur?

Ada kemungkinan cacat prosedur dalam proses pemberhentian La Jumadin sebagai Sekda Wakatobi.

Soal cacat prosedur, Pakar Hukum Administrasi Tata Negara Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr Ahmad Rustan tak menampiknya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved