Berita Kendari

Museum, Sanggar Budaya, Tempat Bersejarah Segera Dibenahi, Bakal Jadi Destinasi Wisata di Kendari

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bakal memaksimalkan destinasi wisata sejarah di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

TribunnewsSultra.com/ Amelda Devi Indriyani
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Kendari Fauziah A Rachman. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bakal memaksimalkan destinasi wisata sejarah di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Kendari, Fauziah A Rachman mengatakan destinasi wisata sejarah yang diprioritaskan tahun ini di antaranya museum.

Kata dia, museum menjadi tempat yang selalu dituju atau dikunjungi oleh wisatawan ketika datang ke suatu daerah, sehingga harus segera dibenahi.

"Jadi destinasi wisata yang diprioritaskan itu berupa museum, karena benda-benda bersejarah masih kurang, mudah-mudahan kita bisa kembangkan destinasinya," ujarnya, Selasa (23/8/2022).

Selain museum, pihaknya bakal menghidupkan kembali beberapa sanggar budaya, dan tempat bersejarah yang masih banyak belum diketahui masyarakat secara luas.

Baca juga: Pemandu Wisata di Kendari Dilatih Cara Penyajian Kuliner Higienis, Kembangkan Sektor Pariwisata

"Iya, contohnya ada baterai mata dan beberapa yang lainnya di Kota Kendari, Sultra," ujar Fauziah A Rachman.

Ia menjelaskan baterai mata merupakan situs peninggalan Jepang di Kota Kendari, senjata baja berjenis mortir semi otomatis ini pernah menembak jatuh pesawat Amerika Serikat.

Saat ini, pucuk senapan besar berwarna hitam tersimpan dalam sebuah bunker kecil di Kelurahan Mata, Kecamatan Kendari, tiga kilometer dari pusat Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Guna memaksimalkan semua potensi tersebut, kata Fauziah tentunya diperlukan sumber daya manusia yang mumpuni dan menguasai objek wisata di Kota Kendari.

Untuk itu, pihaknya membuka pelatihan pemandu wisata alam (ekowisata), peningkatan inovasi dan higienitas penyajian kuliner serta pemandu wisata budaya.

Baca juga: Wakatobi dan Konawe Selatan Jadi Basis Perfilman dan Kriya, Usaha Dispar Sultra Dorong Desa Wisata

Di mana pelatihan yang berlangsung di Hotel Kubah 9, pada Selasa (23/8) ini diikuti oleh anak-anak muda hingga komunitas di Kota Kendari.

"Teman-teman pemandu wisata itu akan kami sampaikan supaya informasinya bisa semakin tersebar ke masyarakat untuk memaksimalkan potensi pariwisata dan kuliner di Kota Kendari," ujarnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani)

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved