Kasus Viral Alfamart Vs Emak-emak Pencuri Cokelat Berujung Damai, Suami Akui Pelaku Punya Kelainan

Namun polisi menyebut, MA si pengutil cokelat Alfamart di Tangerang Selatan, Banten yang kasusnya viral, bukan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ifa Nabila
YouTube Kompas TV
MA (kiri) si pencuri cokelat Alfamart diwakilkan anaknya (tengah) meminta maaf kepada karyawan Alfamart berinisial A (kanan) terkait kasus viral pencurian hingga pengancaman. Sempat membuat laporan polis, kini kasus viral Alfamart vs emak-emak pencuri cokelat berujung damai. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Kasus viral karyawan Alfamart vs emak-emak pencuri cokelat di Tangerang Selatan, Banten berakhir damai.

Berakhirnya kasus viral ini setelah pihak Alfamart melaporkan MA, emak-emak yang mencuri 3 cokelat dan 2 buah sampo di Alfamart Sampora, Kecamatan Cisauk, Tangsel.

Tak hanya mencuri, MA bersama kuasa hukumnya bahkan mengancam karyawati Alfamart berinisial A dengan UU ITE karena telah memviralkan videonya saat dipergoki mencuri pada Sabtu (13/8/2022) lalu.

Adapun kini pihak Alfamart telah mencabut laporan polisi terhadap MA di Mapolres Tangerang Selatan pada Senin (15/8/2022) kemarin.

Baca juga: Hotman Paris Pasang Badan untuk Karyawan Alfamart: Jangan Minta Maaf, Saya Siap Bantu Gratis

Pihak MA bersama anak dan kuasa hukumya bertemu dengan A beserta sang pengacara guna melakukan mediasi.

Hasilnya, pihak MA mengakui semua perbuatannya yakni mencuri dan mengacam karyawan Alfamart.

Hal itu disampaikan oleh Kapolres Tangerang Selatan AKBP Sarly Sollu.

"Disepakati kedua belah pihak bahwa mereka berdamai," ujar AKBP Sarly seperti dilansir TribunnewsSultra.com dari kanal YouTube KompasTV, Selasa (16/8/2022).

Baca juga: Viral Karyawan Tertekan Diancam UU ITE oleh Pencuri Coklat, Alfamart Bakal Ambil Langkah Hukum

"Pihak pelapor dari pihak Alfamart bersedia untuk mencabut laporannya dan tidak melanjutkan proses penegakan hukum," sambungnya.

Diwakilkan putrinya, MA meminta maaf kepada pihak Alfamart termasuk karyawati A.

Selain itu, keluarga MA juga mengakui bahwa pelaku mengidap kelainan.

Namun, lanjut AKBP Sarly, pelaku MA bukanlah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

"Kita ketahui bahwa keterangan daripada keluarganya ataupun suaminya bahwa memang terlapor, Ibu M ini memang sedikit ada kelainan tetapi bukan orang dalam gangguan jiwa," terang AKBP Sarly.

(TribunnewsSultra.com/Nina Yuniar)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved