MotoGP

Fabio Quartararo Hitung Peluang Kemenangan MotoGP Austria 2022, Anggap Red Bull Ring Lebih Bagus

Fabio Quartararo (Yamaha) telah menghitung peluang lemenangan MotoGP Austria 2022. Ia menganggap perubahan di Red Bull Ring jauh lebih bagus.

Editor: Risno Mawandili
Istimewa
Pembalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo - Ia telah menghitung peluang lemenangan MotoGP Austria 2022. Menganggap perubahan di Red Bull Ring jauh lebih bagus. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Fabio Quartararo mulai menghitung peluang kemenangan Red Bull Ring yang merupakan tuan rumah MotoGP Austria 2022.

Pembalap Monster Energy Yamaha itu bisa mengambil keuntungan pada lintasan Red Bull Ring yang mengalami perubahan.

Meskipun kecil, keuntungan itu lebih bagus dibandingkan balapan sebelumnya.

Baca juga: Jadwal dan Link Nonton MotoGP Austria 2022: Simak Kabar Quartararo, Bagnaia, dan Aleix Espargaro

Baca juga: Saking Bahayanya Tikungan 2 MotoGP Austria 2022, Dibangun Chicane di Red Bull Ring

Sebagaiaman diketahui, penyelenggara MotoGP memutuskan untuk menambahkan tikungan tikungan zig-zag (chicane) di antara Tikungan 2 dan 3 Red Bull Ring.

Lebih tepatnya, chicane berada di jalan lurus panjang yang menghubungkan dua tikungan tersebut.

Chicane sendiri diciptakan dengan alasan menjaga keselamatan pembalap karena sering mengalami kecelakaan di lintasan tersebut.

Lintasan ini sudah sering memakan korban. Termasuk Franco Morbidelli (Monster Energy Yamaha) dan Johann Zarco (Pramac Racing).

Peluang Quartararo

Quartararo menyambut baik modifikasi yang dilakukan pengelola sirkuit untuk menjawab kritik dari pembalap.

Ia bahkan seharusnya merasa senang karena di sektor itulah dia kehilangan waktu sehingga hanya berada di posisi dua pada kualifikasi MotoGP Austria musim lalu.

Lintasan di antara tikungan 1 dan tikungan 3 merugikan pabrikan dengan kelemahan pada top speed karena hampir lurus dan jaraknya yang jauh, lebih dari 900 meter.

Melihat hasil kualifikasi musim lalu, Quartararo kehilangan 0,072 detik dari pole sitter, Jorge Martin (Pramac Racing/Ducati), dalam catatan waktu parsial di sektor pertama.

Angka ini lebih besar daripada selisih catatan waktu lap ideal kedua pembalap yang hanya 0,018 detik.

Raihan pole position pada MotoGP Austria akan mendekatkan Quartararo, sebelumnya mentok finis ketiga, dengan kemenangan pertamanya dan Yamaha di Spielberg.

Seperti diketahui, memimpin balapan sedini mungkin menjadi cara paling pasti bagi Quartararo dan pembalap Yamaha untuk menang.

Di posisi terdepan penunggang YZR-M1 bisa menggunakan racing line terbaiknya.

Selain itu mereka tak lagi menghadapi masalah dengan tekanan atau panas ban seperti ketika berada di belakang pembalap lainnya.

Kemenangan pada MotoGP Austria bakal mengangkat moral Quartararo setelah hasil buruk pada dua balapan terakhir yang seharusnya menjadi ladang poin baginya.

Quartararo masih memimpin klasemen sementara MotoGP musim 2022.

Mengumpulkan 180 poin, Quartararo memiliki keunggulan 22 poin dari Aleix Espargaro (Aprilia) dan 49 poin dari Francesco Bagnaia dengan delapan balapan tersisa musim ini.

"Untuk alasan keselamatan, tentunya lebih baik karena Anda selalu mengalami goncangan kecil di tikungan 2 dan rasanya tidak menyenangkan," kata Quartararo, seperti dilansir BolaSport.com dari Motorsport.

"Pertama untuk alasan keselamatan lintasannya sekarang lebih bagus."

"Dan chicane apapun yang mereka taruh di tengah lintasan lurus bagi kami adalah kabar yang sangat baik," imbuhnya setengah bercanda.

Bagaimana Dengan Ducati?

Selama ini Ducati sangat mendominasi balapan di Red Bull Ring.

Sehingga tak salah ketika orang-orang mendengar kata MotoGP Austria, reaksi pertama akan mengatakan bahwa balapan yang digelar di Red Bull Ring tersebut diciptakan untuk Ducati.

Sejak kembali ke kalender kejuaraan pada 2016, publik lebih sering melihat penunggang motor Ducati menang dibandingkan pembalap dari pabrikan lainnya.

Dari delapan balapan yang berlangsung di lintasan yang hanya punya 10 tikungan itu, enam kali pembalap Ducati keluar sebagai pemenang lomba.

Adapun dalam dua kesempatan lainnya, pabrikan asal Borgo Panigale itu gagal menang karena peristiwa yang terjadi di luar kendali mereka.

Sebut saja kontak Jack Miller dan Pol Espargaro di tikungan terakhir pada musim 2020 dan hujan di akhir balapan saat Francesco Bagnaia memimpin lomba musim lalu.

Karakter stop-and-go pada Red Bull Ring karena banyaknya rangkaian lurusan dan tikungan lambat menguntungkan Ducati yang unggul dalam top speed dan akselerasi.

Bisa dibilang bahwa sulit bagi pabrikan lain untuk memberi perlawanan.

Yamaha misalnya. Pencapaian terbaik pabrikan garpu tala di Red Bull Ring cuma posisi finis ketiga. Mereka cuma lebih baik daripada Aprilia yang sebelum musim ini menghuni papan tengah.

Untuk alasan ini Fabio Quartararo diekspektasikan akan mengambil misi meminimalisir kerugian poin saat berkunjung untuk seri ke-13 musim ini pada 19-21 Agustus 2022.

Francesco Bagnaia yang menjadi ujung tombak Ducati dalam perburuan gelar lebih dijagokan. Lebih-lebih setelah catatan kemenangan dalam dua seri terakhir.

Meski begitu, ada secercah harapan bagi Quartararo untuk mencuri kemenangan penting pada MotoGP Austria.

Penambahan chicane, tikungan zig-zag, yang menggantikan tikungan 2 menjadi alasannya.

Tikungan yang tadinya bisa dilewati dengan kecepatan tinggi karena sudut yang sangat lebar telah berubah menjadi tikungan pelan ke arah kanan dan kemudian kiri.

Modifikasi ini menjadi kompensasi dari area run-off yang tidak cukup jauh untuk mengantisipasi kecelakaan saat pembalap melakukan pengereman keras dari kecepatan 300 kilometer per jam.

Tikungan baru juga diharapkan mencegah insiden besar seperti saat motor Johann Zarco dan Franco Morbidelli menyeberang dan hampir menghantam rival pada MotoGP Austria musim 2020.

Tidak semua pembalap yakin sepenuhnya dengan efek positif yang diberikan.

Pembalap Gresini Racing, Enea Bastianini, misalnya. Menurutnya tikungan baru lebih sesuai untuk balapan Formula 1 daripada MotoGP.

"Bagi saya tikungannya aneh tetapi kami harus mencobanya," komentar Bastianini seperti dilansir BolaSport.com dari Motorsport.

"Saya pikir lintasan lurusnya sekarang terlalu pendek, tetapi kita baru akan tahu realitanya saat lomba di Spielberg."

"Saya kira lap pertamanya akan sangat sulit karena lintasannya lebih disesuaikan untuk Formula 1 daripada MotoGP."

Jadwal MotoGP Austria 202

Sebagaimana diketahui, MotoGP Austria 2022 digelar akhir pekan ini. Mulai 19 hingga 21 Agustus.

Jalannya balapan dapat ditonton melalui siaran langsung Trans7 BT Sport 2 dan SPOTV, serta live streaming TV Online Vision+.

Berikut jadwal lengkap MotoGP Austria 2022:

Jumat (19/8/2022)

14.00- 14.40 WIB FP3 Moto3
14.55- 15.40 WIB FP3 MotoGP
15.55- 16.35 WIB FP3 Moto2

18.15-18.55 WIB FP2 Moto3
19.10-19.55 WIB FP2 MotoGP
20.10 -20.50 WIB FP2 Moto2

Sabtu (20/8/2022)

14.00- 14.40 WIB FP3 Moto3
14.55- 15.40 WIB FP3 MotoGP
15.55- 16.35 WIB FP3 Moto2

17.35- 17.50 WIB Q1 Moto3
18.00-18.15 WIB Q2 Moto3
18.30-19.00 WIB FP4 MotoGP

19.10-19.25 WIB Q1 MotoGP
19.35-19.50 WIB Q2 MotoGP
20.10-20.25 WIB Q1 Moto2
20.35-20.50 WIB Q2 Moto2

Minggu (21/8/2022)

14.00-14.10 WIB WUP Moto3
14.20-14.30 WIB WUP MotoGP
14.40-15.00 WIB WUP Moto2

16.00 WIB Balapan Moto3
17.20 WIB Balapan Moto2
19.00 WIB Balapan MotoGP

Keterangan:
FP: Free practice/latihan bebas
Q: Qualification/kualifikasi

WUP: Warming up/pemanasan

***

Sumber: BolaSport.com

Sumber: BolaSport.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved