Berita Kendari

Nelayan Kapal Kapasitas 5-30 GT di Baubau Ikut Sosialisasi Pemeriksaan Kelaikan Kapal Perikanan

Nelayan pemilik kapal kapasitas 5-30 gross tonnage di Pelabuhan Perikanan Wameo, Kota Baubau ikut sosialisasi pemeriksaan kelaikan kapal perikanan.

Istimewa
Sejumlah nelayan pemilik kapal kapasitas 5-30 gross tonnage (GT) di Pelabuhan Perikanan Wameo, Kota Baubau ikut sosialisasi pemeriksaan kelaikan kapal perikanan. Sosialisasi yang digelar Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Pelabuhan Perikanan Standardisasi Samudera (PPS) Kendari ini berlangsung pada Senin (15/8/2022). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Sejumlah nelayan pemilik kapal kapasitas 5-30 gross tonnage (GT) di Pelabuhan Perikanan Wameo, Kota Baubau ikut sosialisasi pemeriksaan kelaikan kapal perikanan.

Sosialisasi yang digelar Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Pelabuhan Perikanan Standardisasi Samudera (PPS) Kendari ini berlangsung pada Senin (15/8/2022).

Kepala PPS Kendari Syahril Abd Raup mengatakan sosialisasi ini menjadi penting dilakukan agar dikenal luas oleh pemilik kapal perikanan yang ada di Kota BauBau, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kata dia, terdapat pengalihan penerbitan sertifikat kelaikan kapal penangkapan ikan berkapasitas 5 sampai 30 GT dari sebelumnya diterbitkan oleh Perhubungan Laut.

Sekarang diterbitkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Direktorat Jendral Perikanan Tangkap yang ditandatangani Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari.

Baca juga: Wali Kota Bakal Serahkan SK Remisi ke Warga Binaan Lapas Kelas II A Baubau pada Hari Kemerdekaan RI

Pengalihan kewenangan penerbitan sertifikat kelaikan kapal penangkapan ikan tersebut tentunya berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

"Sedangkan kapal penangkapan ikan yang izinnya diterbitkan oleh Pemerintah Pusat atau di atas 30 GT pemeriksaan dan penerbitan sertifikat kelaikan tetap dari pusat," katanya.

Sementara pemateri sosialisasi, Purwanto, menjelaskan prosedur layanan penerbitan sertifikat kelaikan kapal perikanan akan diterbitkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Setelah dinyatakan memenuhi syarat laik laut, laik tangkap, dan laik simpan, sertifikat kelaikan kapal diterbitkan berdasarkan hasil pemeriksaan kelaikan atau inspeksi kapal oleh petugas yang ditunjuk.

"Kapal dinyatakan laik apabila aspek keselamatan dan keamanan terjamin, alat tangkap sesuai peraturan berlaku, produk tangkapan dihasilkan disimpan dengan baik untuk menjaga kualitas ikan," jelasnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved