Berita Sulawesi Tenggara

KPU Tunggu Keputusan Pemprov Sulawesi Tenggara Soal Usulan Anggaran Pilgub Sultra Rp273 Miliar

Komisi Pemilihan Umum Sulawesi Tenggara (KPU Sultra) masih menunggu keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) soal kebutuhan anggaran Pilkada dan Pilgub

Penulis: Laode Ari | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ La Ode Ari
Sekretaris KPU Sultra, Syafruddin. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Komisi Pemilihan Umum Sulawesi Tenggara (KPU Sultra) masih menunggu keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) soal kebutuhan anggaran Pilkada dan Pilgub.

Hal tersebut terkait kebutuhan alokasi anggaran penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah dan Pemilihan Gubernur Sultra 2024.

Sekretaris KPU Sultra, Syafruddin, mengatakan, kebutuan anggaran Pilkada sudah diajukan ke Pemprov Sulawesi Tenggara.

Syafruddin mengungkapkan, alokasi anggaran tersebut bahkan sudah diajukan sejak 2021 melalui Rencana Kerja dan Anggaran KPU Sultra pada kisaran Rp273 miliar.

"Yang kami usulkan karena hasil pertimbangan KPU berdasarkan regulasi dan hal-hal lain yang menjadi pertimbangan untuk dianggarkan," ucapnya, Jumat (12/8/2022).

Baca juga: Agar Lolos Tahapan Verifikasi KPU, Jumlah Anggota Partai Politik di Kota Kendari Minimal 344 Orang

Syafruddin mengatakan, besaran alokasi anggaran tersebut belum final karena masih akan dibahas KPU bersama tim anggaran Pemerintah Daerah dan Pemprov Sultra.

Ia menjelaskan, besaran anggaran untuk Pilkada mengalami kenaikan sebesar empat persen jika dibanding Pilgub 2018 sebesar Rp258 miliar.

Kenaikan ini dipengaruhi naiknya honor anggota Badan Ad Hoc, tahapan, sosialisasi, dan pengadaan logistik Pemilu.

KPU Sultra mengusulkan anggaran tersebut untuk pembiayaan seluruh tahapan Pilkada, sedangkan anggaran Pemilu sudah dialokasikan melalui ABPN.

"Untuk pembiayaan Pilbup dan Pilwali diserahkan sepenuhnya pada masing-masing KPU di daerah," ucap Syafruddin.

Baca juga: KPU Kota Kendari Buka Layanan Konsultasi Informasi Pendaftaran, Verifikasi hingga Penetapan Parpol

Selain itu, Syafruddin menjelaskan, alokasi anggaran penyelenggaraan Pemilu lebih besar dibanding Pilgub 2018 karena, saat itu hanya tujuh daerah di Sultra yang melaksankan Pilkada.

Sementara pada Pemilu 2024 mendatang, 17 daerah di Sulawesi Tenggara akan melakukan Pilkada dan Pilgub Sultra.

Sehingga pengusulan anggaran Pemilu untuk dibahas bersama agar Pemda bisa mengalokasikan dalam dua periode sebelum Pemilu.

"Sehingga kami harapkan pada 2023 anggaran itu sudah ada 40 persen. Sementara selebihnya disampaikan 2024 sesuai ketentuan perundang-undangan," tutur Syafruddin. (*)

(TribunnewsSultra.com/La Ode Ari)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved