Berita Kendari

Pendidikan Kesehatan Reproduksi Bakal Diintegrasikan ke Kurikulum Sekolah di Kendari Sultra

Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Kendari bakal mengintegrasikan pendidikan kesehatan reproduksi ke dalam kurikulum sekolah.

TribunnewsSultra.com/ Amelda Devi Indriyani
Sosialisasi pendidikan kesehatan reproduksi yang dilakukan di salah satu hotel di Kendari, Rabu (10/8/2022). Sosialisasi ini diikuti puluhan siswa SMP dan SMA, mahasiswa dan para Kepala Sekolah, di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (KB) Kota Kendari bakal mengintegrasikan pendidikan kesehatan reproduksi ke dalam kurikulum sekolah.

Hal itu juga mendapat dukungan dari berbagai pihak di antaranya Universitas Halu Oleo (UHO), Kepala Sekolah SMP dan SMA, dan OPD di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Selanjutnya, dukungan tersebut ditandai dengan penandatanganan dalam sosialisasi pendidikan kesehatan reproduksi yang dilakukan di salah satu hotel di Kendari, Sultra, Rabu (10/8/2022).

Sosialisasi ini diikuti puluhan siswa SMP dan SMA, mahasiswa dan para Kepala Sekolah di Kota Kendari, Provinsi Sultra.

Staf Ahli Wali Kota Kendari Muhammad Saiful menjelaskan, berdasarkan data sensus BPS Kota Kendari, jumlah remaja di Kota Kendari saat ini sekira 25,32 persen dari total jumlah penduduk.

Baca juga: Cara Mengurus Kartu Keluarga, KTP, Pindah Domisili Pakai Aplikasi Laika di Kendari Sulawesi Tenggara

Jumlah tersebut sangat berpotensi untuk memajukan daerah sekaligus jadi masalah bagi daerah jika tidak ditangani dengan baik.

Menurutnya, pengetahuan tentang kesehatan reproduksi harus diperkenalkan sejak remaja, karena proses pematang fisik remaja lebih cepat daripada pematang psikososialnya.

"Ketika remaja salah memahami pematang fisik, maka akan terjadi hal yang bisa merugikan, terutama pada organ reproduksi sehingga dapat mengancam masa depan,” kata Saiful.

Pemerintah Kota Kendari sudah membuka ruang keterlibatan remaja dalam perencanaan pembangunan melalui Musrenbang.

Kata Saiful, mulai dari Musrenbang Kelurahan, Kecamatan hingga Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Baca juga: BNN Kendari Catat 24 Kasus Narkoba Sejak Januari-Juli 2022, Sebut Peran Keluarga Sangat Penting

"Salah satu metode eliminasi stunting adalah dengan mempersiapkan remaja kita secara fisik dan psikis," jelasnya.

"Sehingga mereka sadar menjaga kesehatan reproduksi supaya matang sebelum berumah tangga dan melahirkan anak yang sehat dan bebas stunting,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Kendari, Jahuddin menjelaskan untuk menciptakan keluarga bahagia dan sejahtera harus dimulai dari remaja.

"Berencana itu keren dua anak lebih sehat, itu tagline BKKBN karena kita mengarahkan langsung sejak remaja sudah mulai terencana untuk ke depan,” ujar Jahuddin.

Untuk menciptakan keluarga berkualitas, remaja memiliki peran cukup tinggi, karena berada pada posisi terdepan dalam pintu kehidupan berkeluarga sekaligus penentu kualitas sebuah keluarga. (*)

(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved