Berita Konawe Utara
Lewat Rembuk Stunting, Ruksamin Ajak Ciptakan Generasi Sehat dan Berdaya Saing di Konawe Utara
Pemda Konut menyatakan komitmennya untuk berupaya mencegah serta menekan angka stunting di daerahnya.
Penulis: Bima Saputra Lotunani | Editor: Sitti Nurmalasari
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KONUT - Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe Utara (Konut) melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BPBD) mengadakan kegiatan rembuk stunting yang digelar di Aula Wakatobi Room, Hotel Plaza Kubra Kendari, pada Rabu (3/8/2022).
Kegiatan rembuk stunting tersebut diikuti seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forkompinda serta stakeholder terkait lainnya di Konut, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Dalam kegiatan tersebut, Pemda Konut menyatakan komitmennya untuk berupaya mencegah serta menekan angka stunting di daerahnya.
Bupati Konawe Utara, Ruksamin mengatakan, melalui rembuk stunting, pihaknya membentuk lokus penanganan stunting di 52 desa 10 kecamatan.
Tak hanya itu, Ruksamin melakukan peluncuran Program Pemanfaatan Kebun Pekarangan (PPKP) di setiap pekarangan rumah warga untuk pemenuhan kebutuhan gizi nabati organik.
Baca juga: Stunting di Konawe Utara Optimis Bisa Ditekan, BKKBN Konut Sulawesi Tenggara Gelar Orientasi TPK
Selain itu, salah satu upaya pencegahan stunting, Pemda Konut menggandeng Kementerian Agama setempat dalam program pendampingan konseling dan pemeriksaan kesehatan serta penyuluhan bagi para calon pengantin.
“Hari ini kita sudah bentuk 52 desa 10 kecamatan hadir lengkap dengan kepala puskesmasnya," tegas Ruksamin.
Lebih lanjut, orang nomor satu di Bumi Oheo tersebut menjelaskan bahwa angka stunting di Konut sudah jauh dari standar nasional yakni berada pada posisi 10,4 persen.
"Target nasional nantinya 2024, yakni 24 persen. Dan alhamdulillah hari ini kita sudah sampai 10 persen dan kita tidak akan tinggal diam, olehnya itu saya membentuk lokus hari ini," tuturnya.
Ketua Umum PBB Sultra tersebut berharap semua OPD, Camat serta Kepala Desa harus berperan aktif dalam upaya penurunan angka stunting.
Baca juga: 33 Ribu Keluarga di Konawe Selatan Berisiko Terdampak Stunting, Tertinggi di Sulawesi Tenggara
Salah satu contoh yang disebutkan yaitu peran Dinas PU yang diharapkan mampu menghadirkan infrastruktur jalan yang baik untuk menghindari risiko kehamilan pada ibu hamil yang melakukan perjalanan dan berpotensi melahirkan bayi stunting.
Selanjutnya, bidang pertanian, peternakan dan perikanan juga menjadi sorotan sebagai bidang yang harus dioptimalkan dalam upaya penurunan angka stunting.
"Jangan sampai di wilayah kita masih mengonsumsi sayuran yang ternyata masih mengandung pestisida, maka dari itu kami Pemda Konut melahirkan program yang namanya PPKP," tegasnya. (*)
(TribunnewsSultra.com/Bima Saputra Lotunani)