Berita Sulawesi Tenggara

BPS Sultra Catat Ekspor Mengalami Penurunan 28 Persen per Juni 2022, Impor Naik 30 Persen

BPS Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat ekspor mengalami penurunan sebesar 485,70 juta dolar per Juni 2022, dibanding pada Mei 2022.

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Muhammad Israjab
Handover
Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat ekspor mengalami penurunan sebesar 485,70 juta dolar per Juni 2022. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat ekspor mengalami penurunan sebesar 485,70 juta dolar per Juni 2022.

Catatan tersebut mengalami penurunan sebesar 28,38 persen jika dibandingkan dengan dibanding Mei 2022, yaitu dari 678,17 juta dolar menjadi 485,70 juta dolar.

Sedangkan volume ekspor tercatat turun 21,54 persen dibanding Mei 2022 yaitu dari 262,61 ribu ton menjadi 206,04 ribu ton.

Kepala BPS Sultra, Agnes Widiastuti mengatakan ekspor Sulawesi Tenggara dibedakan berdasarkan ekspor langsung dan ekspor tidak langsung.

Baca juga: Siapa Sosok Bripka Ricky, Saksi Penting Penembakan Brigadir J, Ada di Rumah Ferdy Sambo saat Terjadi

"Jika dicermati perkembangannya, nilai ekspor langsung Sulawesi Tenggara pada Juni 2022 mengalami penurunan 29,38 persen dibanding Mei 2022, yaitu dari 625,20 juta dolar menjadi 441,53 juta dolar," katanya, Senin (1/8/2022).

Agnes menuturkan sedangkan dari sisi volumenya turun 21,91 persen dari 252,26 ribu ton pada Mei 2022 menjadi 196,98 ribu ton pada Juni 2022.

Secara kumulatif total nilai ekspor Sulawesi Tenggara Januari-Juni 2022 tercatat 2.853,26 juta dolar atau naik 49,73 persen dibanding periode yang sama tahun 2021.

Sementara, volume ekspor kumulatif Januari-Juni 2022 mengalami kenaikan 10,84 persen dibanding Januari-Juni
2021 yaitu dari 1.096,50 ribu ton menjadi 1.215,40 ribu ton.

Baca juga: 7 Obat Sakit Anemia Rumahan dari Bahan Alami: Konsumsi Kurma, Pisang, Jeruk, hingga Bayam

"Ekspor Sulawesi Tenggara Juni 2022 didominasi oleh kelompok komoditi besi dan baja dengan nilai 481,60 juta dolar,"ungkapnya

Katanya komoditi selanjutnya yakni kelompok ikan dan udang diurutan kedua dengan nilai 3,69 juta dolar dan kelompok daging dan ikan olahan diurutan ketiga dengan nilai 0,41 juta dolar.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved