Ustaz Nasihin soal Penutupan Padepokan Gus Samsudin Imbas Keris Petir: Itu Penipuan Kalau Minta Uang

Ustaz Nasihin menyebut Gus Samsudin lakukan penipuan apabila lakukan pengobatan spiritual dengan trik sulap dan sampai meminta uang pada pasiennya.

Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ifa Nabila
Kolase Instagram @info_seputaran_blitar | Youtube Marcel Radhival, Muhammad Nasihin
Ustaz Muhammad Nasihin (kanan) turut mengomentari penutupan Padepokan Nur Dzat Sejati milik Gus Samsudin oleh warga Desa Rejowinangun, Kabupaten Blitar, Jawa Timur yang bermula dari Pesulap Merah (tengah) membongkar kedok pengobatan spiritual 'Keris Petir' Gus Samsudin. Menurut Ustaz Nasihin tindakan Gus Samsudin bisa disebut penipuan apabila menggunakan trik sulap dalam mengobati pasien dan menagih biaya. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Ustaz Muhammad Nasihin ikut berkomentar terkait penutupan Padepokan Nur Dzat Sejati milik Gus Samsudin yang dilakukan oleh warga.

Penutupan padepokan yang berlokasi di Desa Rejowinangun, Kabupaten Blitar, Jawa Timur itu merupakan buntut dari tudingan penipuan berkedok pengobatan spiritual dari Gus Samsudin.

Menurut Ustaz Nasihin, kasus ini bermula saat Pesulap Merah yang mendatangi Padepokan Nur Dzat Sejati ingin membuktikan tentang pengobatan spiritual Gus Samsudin yang ditayangkan di media sosial.

Ditampilkan bahwa Gus Samsudin mengobati pasiennya dengan 'Keris Petir', hingga ditemukan benda-benda tak wajar seperti rambut, jarum, hingga pecahan kaca dari buah kelapa.

Baca juga: Gaduh Wayang Mirip Khalid Basalamah di Ponpes Ora Aji, Gus Miftah Minta Maaf: Bukan karena Nanggap

Ustaz Nasihin mengatakan bahwa apabila aksi pengobatan spiritual tersebut hanya untuk kepentingan konten hiburan, maka yang dilakukan Gus Samsudin tersebut sah dan tak masalah.

"Kalau Gus Samsudin ini kebutuhan untuk konten, ya sah-sah saja," sebut Ustaz Nasihin, Senin (1/8/2022) dini hari seperti dilansir TribunnewsSultra.com dari kanal YouTube Muhammad Nasihin.

Namun, lanjut Ustaz Nasihin, jika Gus Samsudin melakukan pengobatan spiritual dengan pasien asli dan bukan untuk tujuan konten hiburan maka hal tersebut tidak dibenarkan.

"Tapi kalau memang dibuat video itu real itu benar-benar pasien asli bukan melainkan untuk kebutuhan konten atau edukasi maka kalau saya katakan itu tidak benar, tidak baik untuk dilakukan," terang Ustaz Nasihin.

Baca juga: Gelar Pertunjukan Wayang Mirip Khalid Basalamah di Ponpes Ora Aji Sleman, Gus Miftah Banjir Hujatan

Bahkan Ustaz Nasihin menegaskan bahwa hal tersebut sebagai penipuan dengan metode trik sulap.

"Arti kepentingan konten ini hanya sebatas film yang dinikmati oleh masyarakat. Kalau hanya sebatas film, hanya sebatas konten maka itu sah-sah saja," kata Ustaz Nasihin.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved