Berita Kendari

OJK Sultra Imbau Digitalisasi Perbankan Harus Disertai Edukasi ke Masyarakat di Sulawesi Tenggara

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra) terus mengimbau dalam proses digitalisasi sektor perbankan harus disertai edukasi ke masyaraka

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ Muh Ridwan Kadir
Kepala Bagian Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Sultra, Maulana Yusuf. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra) terus mengimbau dalam proses digitalisasi sektor perbankan harus disertai edukasi ke masyarakat.

Pasalnya, pandemi Covid-19 telah banyak mempengaruhi kehidupan masyarakat salah satunya percepatan proses digitalisasi terjadi pada industri jasa keuangan.

Digitalisasi industri jasa keuangan merupakan sebuah keniscayaan dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang menginginkan layanan perbankan yang cepat, murah, aman dan efisien.

Kepala Bagian Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Sultra, Maulana Yusuf mengatakan dengan proses digitalisasi, inklusi keuangan tercatat 36 persen dan diharapkan terus ditingkatkan.

"Proses digitalisasi layanan keuangan, masyarakat yang berada di daerah terdepan, tertinggal dan terluar dapat mendapatkan layanan akses keuangan dengan lebih mudah," katanya, Sabtu (30/7/2022).

Baca juga: Otoritas Jasa Keuangan Terbitkan 2 POJK Perbankan, Dorong Penguatan Perkreditan dan Cegah Fraud

Sehingga dapat mendorong aktivitas perekonomian dan pada akhirnya tujuan akhir dari semuanya yaitu dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kata dia, dengan digitalisasi layanan perbankan diharapkan target literasi keuangan sebesar 50 persen dan inklusi keuangan sebesar 90 persen pada tahun 2024 dapat tercapai.

Untuk itu, salah satu hal penting yang perlu menjadi perhatian semua bahwa proses digitalisasi ini perlu disertai dengan edukasi.

"Tentunya dalam proses inovasi digitalisasi ini harus disertai dengan edukasi yang memadai kepada seluruh elemen masyarakat sehingga tercipta ekosistem digital yang baik," ujarnya.

Maulana Yusuf menuturkan dengan digitalisasi tentunya perlu edukasi ke seluruh lapisan masyarakat baik nasabah maupun calon nasabah.

Baca juga: OJK Sultra Terus Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan di Sulawesi Tenggara dengan Edukasi Masyarakat

Edukasi yang dilakukan perlu berkelanjutan karena memang perkembangan di dunia perbankan dan teknologi saat ini sangat dinamis.

"Tujuan digitalisasi untuk memudahkan masyarakat, berat di awal mungkin, tetapi jika sudah sering maka akan terbiasa, bisa karena terbiasa," ujarnya.

"Sektor keuangan dari sisi nasabah cepat, murah, dan efisien dan dari sisi bank tentunya dapat meningkatkan efisiensi seperti SDM berkurang dan juga paperless," tutupnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Muh Ridwan Kadir)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved