Dosen Lecehkan Mahasiswi Kendari

Pengakuan Korban Baru Prof B, Wakil Rektor UHO Kendari Akui Ada Banyak Korban Pelecehan Melapor

Ternyata ada banyak orang yang mengaku sebagai korban pelecehan yang diduga dilakukan oleh Prof B. Ini penjelasan Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari.

Editor: Risno Mawandili
kolase foto (handover)
FOTO ILUSTRASI - Ternyata ada banyak orang yang mengaku sebagai korban pelecehan yang diduga dilakukan oleh Prof B. Ini penjelasan Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari. 

TRIBUNNEWSSSULTRA.COM,KENDARI - Ternyata ada banyak korban baru yang mengaku dilecehkan oleh Prof B.

Karenanya, oknum guru besar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang berprofesi sebagai dosen di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Halu Oleo (UHO) tersebut, didesak agar segera dijatuhi sanksi.

Desakan itu seiring dengan temuan Dewan Kode Etik UHO Kendari bahwa Prof B selaku terduga pelecehan seksual terbukti melanggar kode etik.

Meskipun telah terbukti, rektor UHO Kendari Prof Muhammad Zamrun Firihu, belum menjatuhkan sanksi kepada Prof B.

Ia hanya menjajikan bahwa kasus dugaan pelecehan seksual ini akan tuntas pada awal bulan Agustus.

Baca juga: BABAK BARU Kasus Dosen UHO Lecehkan Mahasiswi, 3 Korban Baru Laporkan Prof B di Dewan Kode Etik

Baca juga: Didemo Mahasiswa, UHO Kendari Siap Tuntaskan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Prof B

"Awal bulan depan akan selesai. Jadi pasti mereka jalan memeriksa sesuai dengan aturan yang itu, acuannya itu jadi Insha Allah percayakan saja tim," ujar Prof Zamrun, ditemui di Kendari, Kamis (28/7/2022).

"Saya tidak intervensi yang jelas mereka pasti jalan sesuai dengan peraturan yang ada. Dasarnya kan ada Permendikbud Ristek no 30 tahun 2021 tentang PPKS itu," lanjutnya.

Pengakuan Korban Baru

Setelah Dewan Kode Etik UHO Kendari mengumumkan bahwa Prof B melanggar kode etik, muncul lagi pengakuan dari korban baru.

Wakil Rektor III UHO Kendari, Dr Nur Arafah, mengatakan bahwa tiga orang telah mengaku sebagai korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh Prof B.

Ketiganya telah mengadu kepada Dewan Kode Etik UHO Kendari. Mereka terdiri dari dua mahasiswi dan seorang starf.

Kepada Dewan Kode Etik UHO Kendari, ketiganya mengaku, mengalami pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum guru besar Ilmu Pengetahun Sosial (IPS) tersebut.

Pengakuan itu disampaikan secara tertulis dan lisan.

Dr Nur Arafah menguraikan, dua orang melapor secara tertulis, sendakan satu orang lagi dengan lisan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved