Kopda Muslimin Tewas Diduga Akhiri Hidup, Begini Nasib 5 Eksekutor yang akan Bunuh Rina Wulandari

Polisi menduga Kopda Muslimin meninggal karena zat beracun, karena ditemukan adanya muntahan di TKP.

Editor: Ifa Nabila
YouTube Kompas TV
Foto: Jenazah otak penembakan istri TNI Kopda Muslimin alias Kopda M yang dievakuasi petugas polisi dari TKP di Kelurahan Tompo, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah (Jateng) pada Kamis (28/7/2022) pagi. Kopda Muslimin diduga tewas akibat mengakhiri hidupnya sendiri dengan menenggak racun di rumah orangtuanya. Sebelum kabur dan tewas, Kopda Muslimin tipu mertuanya dengan meminta uang Rp 120 juta untuk biaya pengobatan korban di rumah sakit. Namun uang tersebut justru digunakan Kopda Muslimin untuk membayar eksekutor penembakan yang disewanya. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Kopda Muslimin yang sebelumnya dicari-cari polisi akhirnya ditemukan tewas.

Kopda Muslimin diduga mengakhiri hidupnya dengan cara menenggak racun.

Terduga otak dari kasus penembakan pada istrinya sendiri, Rina Wulandari ini dikabarkan tewas pada Kamis (28/7/2022).

Baca juga: Sebelum Kabur dan Tewas di Kendal, Kopda Muslimin Gunakan Uang Mertua 120 Juta untuk Bayar Eksekutor

Ia ditemukan meninggal dunia di rumah orang tuanya yang berada di Kendal, Jawa Tengah.

Polisi menduga Kopda Muslimin meninggal karena zat beracun, karena ditemukan adanya muntahan di TKP.

Danpom IV/Diponegoro, Kolonel (CPM) Rinoso Budi memastikan, meninggalnya Kopda Muslimin tidak akan memengaruhi proses hukum pada lima orang eksekutor, tersangka penembakan pada Rina Wulandari.

Baca juga: Otak Penembakan Istri TNI Kopda Muslimin Tewas di Kampung Halaman, Begini Kesaksian Teman Masa Kecil

"Meskipun dari pengakuan saksi yang ada dan termasuk lima eksekutor tersebut mengarah kepada Kopda Muslimin."

"Karena yang bersangkutan saat itu belum tertangkap sehingga belum bisa dilimpahkan dan hari ini meninggal dunia," kata Budi dilansir Tribun Jateng, Jumat (29/7/2022).

Budi menjelaskan sesuai pasal 77 KUHP, kasus yang menjerat Kopda Muslimin ditutup karena telah meninggal dunia.

Diketahui pasal 77 KUHP ini berisi tentang hak menuntut hukum gugur (tidak laku lagi) lantaran si terdakwa meninggal dunia.

Apabila seorang terdakwa meninggal dunia sebelum ada putusan terakhir dari pengadilan maka hak menuntut gugur.

Sementara itu Asintel IV/Diponegoro, Kolonel Inf Wahyu menuturkan selama buronan Kopda Muslimin terdeteksi berada di Jawa Tengah.

Baca juga: Kopda Muslimin Tewas, Otak Penembakan Istri Diduga Akhiri Hidup Tenggak Racun di Rumah Orangtua

Tim gabungan Kodam IV/Diponegoro dan Polda Jateng terus mencari keberadaan Kopda Muslimin hingga akhirnya ditemukan tewas di rumah orang tuanya di Kendal.

"Saya tidak bisa menyampaikan. Bahwa pencarian masih di seputaran Jawa Tengah dan sekarang yang bersangkutan ditemukan di rumah orang tuanya," ungkap Wahyu.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved