Berita Baubau

Polres Baubau Sultra Bakal MoU UPTD PPA, Tekan Tindak Kejahatan terhadap Perempuan dan Anak

Kepolisian Resor (Polres) Baubau bakal bekerja sama dengan Unit Pelayanan Terpadu Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA).

TribunnewsSultra.com/La Ode Muh Abiddin
Kapolres Baubau AKBP Erwin Pratomo. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, BAUBAU - Kepolisian Resor (Polres) Baubau bakal bekerja sama dengan Unit Pelayanan Terpadu Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA).

Kerja sama ini menyusul maraknya tingkat kejahatan asusila di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) terhadap perempuan dan anak.

Kapolres Baubau AKBP Erwin mengatakan untuk menekan angka tindak kejahatan tersebut Polres Baubau akan melakukan pencegahan secara optimal.

Kata dia, pihaknya akan menggandeng Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) melalui UPTD PPA dalam bentuk nota kesepahaman atau MoU (Memorandum of Understanding).

"Kami sudah berkoordinasi dengan DP3A melalui UPTD PPA, kami sudah konsepkan MoU tentang penanganan kasus tindak kejahatan," ucapnya, Selasa (26/7/2022).

Baca juga: Pelaku Pembuat Video Main Bertiga di Baubau Ditangkap di Wahai Maluku Tengah Usai Jadi Buronan

Dalam MoU tersebut, akan dipertegas terkait penanganan dan atensi terhadap kasus asusila utamanya kekerasan terhadap anak di bawah umur.

"Hal ini kami lakukan agar kasus tersebut tidak berulang kembali di wilayah Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra)," jelasnya.

Ia menyebutkan, dalam kurun waktu tujuh bulan terakhir korban kasus asusila yang paling mendominasi adalah kalangan pelajar.

Kata dia, dari hasil identifikasi kepolisian, beberapa pelaku melakukan tindakan asusila itu akibat istrinya meninggal atau pelaku menduda.

Selain itu, faktornya juga terjadinya akibat perceraian dan permasalahan dalam pernikahan sehingga mencari korban yang tidak pada tempatnya.

Baca juga: Bebas Bersyarat 2 Mantan Narapidana Bakal Dicabut Bapas Baubau Gegara Kembali Lakukan Tindak Pidana

Untuk itu, AKBP Erwin Pratomo mengimbau, agar orangtua lebih aktif melakukan pengawasan terhadap anak perempuannya.

Ketika orangtua telah secara intens menjaga anaknya, ia menilai, tindakan asusila yang dilakukan oknum-oknum tidak bertanggung jawab itu akan bisa tercegah.

“Jadi, perhatian orangtua agar betul-betul mengawasi utamanya yang punya anak putri, karena mereka ini adalah kehormatan keluarga wajib tahu ke mana dan di mana,” imbuhnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/La Ode Muh Abiddin)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved